Candi Banyunibo Sleman, Jejak Buddha Abad Ke-9 di Tengah Sawah Prambanan

Candi Banyunibo merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal dengan suasananya yang tenang dan jauh dari keramaian. Berada di kawasan persawahan Desa Bokoharjo, candi ini menawarkan pengalaman wisata budaya yang berpadu dengan lanskap alam pedesaan.

Lokasinya yang tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan membuat Candi Banyunibo kerap menjadi tujuan alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain peninggalan sejarah di kawasan Prambanan. Dari Prambanan, jarak menuju Candi Banyunibo sekitar 5,6 kilometer ke arah selatan.


Daya Tarik Utama Candi Banyunibo

Daya tarik utama Candi Banyunibo terletak pada suasana damai yang mengelilinginya. Hamparan sawah, pepohonan rindang, serta lingkungan yang relatif sepi menjadikan candi ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah tanpa hiruk pikuk.

Secara arsitektur, Candi Banyunibo merupakan candi Buddha yang ditandai dengan keberadaan stupa di puncak bangunan utama. Nama “Banyunibo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “air yang menetes”, menggambarkan kesan kesejukan dan ketenangan yang melekat pada kawasan ini.

Ornamen dan relief yang menghiasi dinding candi juga menjadi daya tarik tersendiri. Relief-relief tersebut menampilkan simbol kedamaian, termasuk relief Dewi Hariti yang dikenal sebagai dewi kesuburan, serta relief Vaisravana di area pintu masuk.


Sejarah dan Struktur Bangunan

Penelitian arkeologis terhadap Candi Banyunibo mulai dilakukan pada tahun 1940. Proses penyusunan ulang dan pemugaran batu candi dilakukan secara bertahap sejak 1943, dimulai dari bagian dasar hingga bangunan utama. Pemugaran stupa candi rampung pada tahun 1976, menandai selesainya proses restorasi utama.

Berdasarkan kajian sejarah, Candi Banyunibo diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno di bawah pemerintahan Rakai Panangkaran.

Baca Juga  Pantai Cogreg Parung Bogor, Wisata Pasir Putih Buatan dengan Tiket Terjangkau

Kompleks candi ini terdiri atas satu candi induk dan enam candi perwara berbentuk stupa yang mengelilingi candi utama di sisi selatan dan timur. Candi induk menghadap ke arah barat dan memiliki ukuran sekitar 15,3 x 14,2 meter dengan tinggi 14,2 meter. Di sisi utara kompleks terdapat pagar batu yang membentang sepanjang kurang lebih 65 meter.


Fasilitas dan Area Sekitar

Sebagai situs cagar budaya, fasilitas di Candi Banyunibo tergolong sederhana. Area sekitar candi cukup luas untuk berjalan kaki dan bersantai. Pengunjung kerap memanfaatkan area rindang di sekitar candi untuk duduk dan menikmati pemandangan, terutama pada pagi atau sore hari.

Keasrian lingkungan menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih nyaman dan reflektif.


Harga Tiket dan Jam Operasional

  • Harga tiket masuk: 6.000 rupiah untuk wisatawan nusantara dan 15.000 rupiah untuk wisatawan mancanegara
  • Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB

Akses dan Lokasi

Candi Banyunibo berlokasi di selatan Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum menuju kawasan Prambanan, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat ke arah selatan.

Rute menuju candi relatif mudah diikuti, meskipun sebagian jalan berada di kawasan pedesaan.


Tips Berkunjung ke Candi Banyunibo

  • Datang pada pagi atau sore hari untuk menghindari cuaca panas.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman karena area candi cukup luas.
  • Tetap jaga kebersihan dan hindari menyentuh atau mencoret bangunan candi.
  • Luangkan waktu untuk menjelajahi candi-candi lain di sekitar Prambanan.

Kesimpulan

Candi Banyunibo menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dengan suasana yang lebih tenang dan alami. Nilai sejarah yang kuat, arsitektur khas Buddha, serta lingkungan persawahan yang asri menjadikan candi ini cocok dikunjungi oleh pecinta sejarah, pelajar, hingga wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Yogyakarta.

Baca Juga  D'Kandang Amazing Farm Depok, Wisata Edukasi Keluarga di Sawangan

Sumber Gambar: Tangkapan Layar Youtube Adisatya berjudul AIR MENETES DI BATU CANDI || BANYUNIBO