<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>coretan si cuplis &#187; Black Community</title>
	<atom:link href="http://cuplis.net/tag/black-community/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cuplis.net</link>
	<description>learn the way, define your own way</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 08:25:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>paragraf</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/04/paragraf/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/04/paragraf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 06:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[1.Pengertian Paragraf
Pengertian paragraf terdapat dalam pemakaian bahasa tertulis. Sebuah paragraf terdiri atas beberapa kalimat atau lebih dari satu kalimat. Kalau dalam sebuah paragraf hanya terdapat satu kalimat, dapatlah dikatakan bahwa paragraf tersebut tidak ditata atau disusun sebagaimana mestinya.
Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut:

Paragraf mempunyai gagasan utama yang dituangkan dalam bentuk kalimat topik. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.Pengertian Paragraf<br />
Pengertian paragraf terdapat dalam pemakaian bahasa tertulis. Sebuah paragraf terdiri atas beberapa kalimat atau lebih dari satu kalimat. Kalau dalam sebuah paragraf hanya terdapat satu kalimat, dapatlah dikatakan bahwa paragraf tersebut tidak ditata atau disusun sebagaimana mestinya.<br />
Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut:</p>
<ul>
<li>Paragraf mempunyai gagasan utama yang dituangkan dalam bentuk kalimat topik. Bagi penulis, gagasan utama itu merupakan pengendali isi paragraf, sedangkan bagi pembaca, gagasan utama menjadi kunci pemahaman karena merupakan rangkuman isi paragraf.</li>
<li>Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi paragraf yang merenggang dan paragraf yang bertakuk.</li>
<li>Gagasan utama dinyatakan di dalam kalimat topik.</li>
<li>Salah satu kalimat dalam paragraf merupakan kalimat topik, selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi memperluas keterangan, memperjelas, menganalisis, atau menerangkan kalimat topik.</li>
</ul>
<p>2.Ciri Paragraf yang Baik<br />
Sekurang-kurangnya dapat dikatakan ada lima cirri paragraf yang baik. Kelima ciri itu adalah kesatuan, kepaduan, ketuntasan, konsistensi sudut pandang, dan keruntutan. Paragraf dapat dikatakan baik apabila kelima ciri itu secara keseluruhan terdapat di dalamnya.</p>
<p><span id="more-141"></span>a.Kesatuan<br />
Seperti yang telah disinggung pada bagian terdahulu, paragraf yang baik haruslah memiliki satu gagasan utama. Artinya, dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan-gagasan itu harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali. Jika prinsip ini dipenuhi, paragraf itu telah memenuhi ciri kesatuan.<br />
Kesatuan dalam sebuah paragraf hanya akan terbentuk apabila informasi-informasi dalam paragraf itu tetap dikendalikan oleh gagasan utama. Agar hal itu dapat dicapai, penulis harus senantiasa mengevaluasi apakah kalimat-kalimat yang ditulisnya itu erat hubungannya dengan gagasan utama. Jika ternyata tidak erat hubungannya, kalimat-kalimat itu harus dihilangkan atau disajikan secara khusus, misalnya menjadi sisipan dalam kalimat lain. Perhatikan paragraf berikut ini.<br />
MBAH MARTO<br />
Mbah Marto tidak tahu banyak tentang desa kelahirannya. Ia tidak tahu-menahu mengapa desanya itu dinamai Desa Kedunggalar. Ia tidak tahu-menahu mengapa Sangkanurip kini mengering. Ia juga tidak tahu mengapa nenek moyangnya dahulu sampai di desa itu. Meski sudah uzur, Mbah Marto masih gesit dan cekatan. Begitu bangun pagi, tanpa harus minum kopi dahulu, ia sudah memanggul pangkurnya membongkar tanah liat yang sudah mengeras oleh musim kemarau yang panjang.</p>
<p>b.Kepaduan<br />
Paragraf dapat dikatakan baik tidak saja karena gagasan utamanya tunggal, tetapi juga kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf itu terjalin secara logis dan gramatikal. Dengan demikian, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf itu terpadu berkaitan satu sama lain untuk mendukung gagasan utama. Dengan kaitan seperti itu, pembaca akan dapat mengikuti maksud penulis setapak demi setapak dengan perpindahan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya secara enak tanpa ada lompatan-lompatan pikiran. Boleh jadi sebuah paragraf sudah memenuhi syarat kesatuan, tetapi belum dapat disebut sebagai suatu paragraf yang baik apabila belum memenuhi syarat kepaduan ini.<br />
Untuk membangun kepaduan paragraf dapat digunakan kata kunci dan sinonim, pronomina, kata transisi, dan struktur yang paralel.<br />
b.1  Kata Kunci dan Sinonim<br />
Kepaduan paragraf dapat dibangun dengan tidak mengulang kata atau ungkapan yang sama setiap kali diperlukan. Kata atau ungkapan yang sama itu sesekali dapat disebut kembali dengan menggunakan kata kuncinya atau dengan menggunakan kata lain yang bersinonim dengan kata atau ungkapan itu. Virus HIV, misalnya, sesekali dapat disebut virus itu, virus penyebab AIDS, virus yang mematikan, atau virus yang sulit ditaklukkan. Oleh beberapa ahli cara itu disebut penyulihan.</p>
<p>b.2  Pronomina<br />
Membangun kepaduan juga dapat ditempuh dengan menggunakan pronomina untuk menyebut nomina atau frasa nominal yang telah disebutkan lebih dahulu. Yang dilakukan sebenarnya adalah mengacu pada nomina atau frasa nomina itu dengan pronominanya. Frasa pengusaha-pengusaha yang sukses selain sesekali dapat disebut dengan pengusaha-pengusaha  itu, dapat pula disebut mereka, misalnya. Cara seperti ini juga disebut pengacuan.<br />
b.3  Kata Transisi<br />
Kata transisi adalah konjungtor atau perangkai, baik yang digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur dalam sebuat kalimat maupun untuk menghubungkan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf. Melalui penggunaan kata-kata ini, hubungan antara satu gagasan dan gagasan yang lain dalam sebuah paragraf dapat dinyatakan secara tegas. Kalimat-kalimatnya mungkin sama, tetapi kata transisi tertentu dan susunan tertentu akan mengubah informasi atau gagasan yang ditampilkan.<br />
b.4  Struktur yang Paralel<br />
Keparalelan struktur kalimat dapat pula membangun ciri kepaduan kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membangun keparalelan struktur ini, antara lain menggunakan bentuk kata kerja yang sama atau menggunakan majas repetisi.</p>
<p>c.Ketuntasan<br />
Paragraf yang baik adalah paragraf yang tuntas. Artinya, di dalam paragraf itu telah tercakup semua yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama. Ini berarti pula bahwa paragraf yang baik harus telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga pembaca tidak bertanya-tanya tentang maksud penulis dalam paragraf itu.<br />
Seberapa jauh ketuntasan pengembangan paragraf itu? Sayang tidak ada rumusan yang jelas mengenai hal itu. Bisa jadi sebuah paragraf amat panjang, tetapi belum tuntas. Bisa jadi pula paragraf itu cukup pendek, tetapi sudah tuntas. Yang penting adalah bahwa setelah membaca paragraf itu, pembaca mendapat informasi yang lengkap tentang isi paragraf itu. Ingatlah bahwa yang penting di dalam paragraf adalah adanya gagasan utama yang biasanya dinyatakan dalam kalimat topik.</p>
<p>d.Konsistensi sudut pandang<br />
Dalam karang mengarang, konsistensi sudut pandang itu sangat penting artinya. Seorang penulis harus menentukan lebih dahulu sudut pandangnya terhadap calom pembaca agar ia dapat memilih gaya penulisan yang tepat. Paragraf yang baik hendaknya mempertahankan sudut pandang penulis dalam membahas permasalahan yang diutarakannya. Jika sudah dipastikan bahwa pembaca tidak dilibatkan secara eksplisit sebagai mitra tutur, pilihan itu harus dipertahankan sampai akhir karangan. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p>e.Keruntutan<br />
Urutan penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikuti tata urutan tertentu. Ada beberapa model urutan penyajian informasi dalam paragraf dan tiap-tiap model mempunyai kelebihan masing-masing. Model-model urutan itu adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebab-akibat. Setiap model urutan akan dibicarakan secara rinci dalam bagian yang membicarakan jenis-jenis dan pengembangan paragraf. Untuk menjelaskan prinsip keruntutan ini, pada bagian ini dicontohkan dua macam keruntutan saja, yaitu keruntutan atas urutan tempat dan keruntutan atas urutan waktu.<br />
Yang disebut prinsip keruntutan pada dasarnya adalah menyajikan informasi secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis. Untuk paragraf itu yang menggunakan model urutan tempat, misalnya, hendaklah informasi tentang objek itu disajikan secara horizontal, seolah-olah pandangan mata penulis bergerak dari arah kiri ke kanan, atau sebaliknya atau bisa juga secara vertikal dari bawah keatas atau sebaliknya. Yang penting adalah bahwa informasi disajikan secara berurut berdasarkan dimensi ruang.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/04/paragraf/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F04%2Fparagraf%2F&amp;t=paragraf" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F04%2Fparagraf%2F&amp;title=paragraf&amp;annotation=1.Pengertian%20Paragraf%0D%0APengertian%20paragraf%20terdapat%20dalam%20pemakaian%20bahasa%20tertulis.%20Sebuah%20paragraf%20terdiri%20atas%20beberapa%20kalimat%20atau%20lebih%20dari%20satu%20kalimat.%20Kalau%20dalam%20sebuah%20paragraf%20hanya%20terdapat%20satu%20kalimat%2C%20dapatlah%20dikatakan%20bahwa%20paragra" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F04%2Fparagraf%2F&amp;title=paragraf&amp;bodytext=1.Pengertian%20Paragraf%0D%0APengertian%20paragraf%20terdapat%20dalam%20pemakaian%20bahasa%20tertulis.%20Sebuah%20paragraf%20terdiri%20atas%20beberapa%20kalimat%20atau%20lebih%20dari%20satu%20kalimat.%20Kalau%20dalam%20sebuah%20paragraf%20hanya%20terdapat%20satu%20kalimat%2C%20dapatlah%20dikatakan%20bahwa%20paragra" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F04%2Fparagraf%2F&amp;title=paragraf&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=1.Pengertian%20Paragraf%0D%0APengertian%20paragraf%20terdapat%20dalam%20pemakaian%20bahasa%20tertulis.%20Sebuah%20paragraf%20terdiri%20atas%20beberapa%20kalimat%20atau%20lebih%20dari%20satu%20kalimat.%20Kalau%20dalam%20sebuah%20paragraf%20hanya%20terdapat%20satu%20kalimat%2C%20dapatlah%20dikatakan%20bahwa%20paragra" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=paragraf%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F04%2Fparagraf%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/04/paragraf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>penyimpanan data untuk database berorientasi object</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/penyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/penyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 10:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Sistem penyimpanan untuk database berorientasi object berbeda dengan sistem penyimpanan  database dengan relasi. Karena database berorientasi object harus menangani data yang besar dan harus mendukung  ketepatan pointer.
Teknik organisasi file seperti heap, sequential dan hashing dapat juga digunakan untuk menyimpan object pada database berorientasi object.
Pada database berorientasi objek memiliki kriteria :

Field dapat berupa sebuat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cuplis.net/2010/04/sistem-komunikasi-data-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: sistem komunikasi data 1'>sistem komunikasi data 1</a> <small>Komunikasi Data Merupakan suatu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem penyimpanan untuk database berorientasi object berbeda dengan sistem penyimpanan  database dengan relasi. Karena database berorientasi object harus menangani data yang besar dan harus mendukung  ketepatan pointer.</p>
<p>Teknik organisasi file seperti heap, sequential dan hashing dapat juga digunakan untuk menyimpan object pada database berorientasi object.</p>
<p>Pada database berorientasi objek memiliki kriteria :</p>
<ul>
<li>Field dapat berupa sebuat set dari field. Misal : field alamat terdiri dari field nama jalan, no. Rumah, rt, rw, kelurahan</li>
<li>Object biasanya berupa data yang besar misal data gis dll</li>
</ul>
<p>Pemetaan/penyimpanan object ke dalam stuktur file dilakukan dengan membuat beberapa modifikasi, antara lain :</p>
<ul>
<li>Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang kecil, maka digunakan stuktur data seperti link list</li>
<li>Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang besar, maka set field tersebut diimplementasikan sebagai relasi dalam database. setiap relasi akan terdiri dari satu baris untuk tiap set field dari tiap object. tiap baris harus mempunyai object identifier dari object</li>
</ul>
<p><span id="more-68"></span></p>
<div id="attachment_69" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-69" title="dboo-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-1-300x206.jpg" alt="Sistem Perbankan" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Sistem Perbankan</p></div>
<p><a href="http://localhost/cuplis27/wp-content/uploads/2009/03/dboo-2.jpg"></a></p>
<div id="attachment_70" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-70" title="dboo-2" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-2-300x219.jpg" alt="Object Cabang dari Bank" width="300" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Object Cabang dari Bank</p></div>
<div id="attachment_71" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-71" title="dboo-3" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-3-300x215.jpg" alt="Object - Staff" width="300" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Object - Staff</p></div>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-72" title="dboo-4" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-4-300x215.jpg" alt="Object - Manager" width="300" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Object - Manager</p></div>
<div id="attachment_73" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-73" title="dboo-5" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-5-300x219.jpg" alt="Relationship" width="300" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Relationship</p></div>
<p>Implementasi Dari Object Identifiers</p>
<p>Object diidentifikasikan dengan object identifiers (oids) yaitu sistem simpanan object yang dibutuhkan sebagai mekanisme untuk menempatkan sebuah object.</p>
<p>TERDAPAT 2 JENIS OIDs</p>
<ul>
<li>Logical oids : Tidak menspesifikasikan lokasi dari object. Tidak terikat dengan lokasi object.</li>
<li>Physical oids : Penempatan lokasi objek dibuat kode sehingga dapat dengan cepat ditemukan scara langsung. Terdiri dari identifier yang unik.</li>
</ul>
<div id="attachment_74" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-6.jpg"><img class="size-medium wp-image-74" title="dboo-6" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-6-300x219.jpg" alt="Struktur Umum" width="300" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Struktur Umum</p></div>
<div id="attachment_75" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-7.jpg"><img class="size-medium wp-image-75" title="dboo-7" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-7-300x211.jpg" alt="DBOO 7" width="300" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">DBOO 7</p></div>
<p>Physical OIDs membedakan antara satu objek dengan objek yang lain. Physical OIDs juga disimpan bersama dengan objek . antara physical oids dengan objek harus sesuai satu sama lain. Jika tidak sesuai maka sistem akan mendeteksi physical OIDs sebagai pointer  yang salah (dangling pointer). Dangling pointer adalah : pointer yang tidak menunjuk pada objek yang benar. Pada beberapa implementasi persistent pointer adalah physical pointer. Pointer pada memory komputer (transient pointer) membutuhkan tempat sebanyak 4 byte atau 8 byte. Persistent pointer harus menempatkan semua datanya pada sebuah database. Deferencing Adalah Mencari Lokasi Sebenarnya Dari Object Dengan Mencari Berdasarkan Pointer Dari Object (OIDs).</p>
<div id="attachment_76" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-8.jpg"><img class="size-medium wp-image-76" title="dboo-8" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/dboo-8-300x206.jpg" alt="Management Persistent Pointer" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Management Persistent Pointer</p></div>
<p>MANAGEMENT PERSISTENT POINTER<br />
Pointer swizzling adalah cara untuk mempersingkat pencarian lokasi object yang sudah berada sebelumnya di memory. Tujuan dari pointer swizzling adalah untuk mengoptimasi akses pada objek. Jika lokasi objek sudah dibaca sekali dan ditempatkan pada memory maka lokasi tersebut terus disimpan pada cache memory sehingga jika lokasi tersebut akan dibaca lagi tidak harus mencari di disk tapi hanya membaca langsung dari cache memory. Penggunaan pointer swizzling pada pencarian pointer disebut software swizzling.</p>
<p>HARDWARE SWIZZLING</p>
<p>Menggunakan 2 tipe dari pointer ( persistent pointer dan transient pointer=pointer pada memory) sangat tidak efisien. Cara sederhana adalah dengan menjadikan 2 pointer  menjadi 1 pointer dan menambah 1 bit untuk menjadi pembeda antara persistent pointer dan transient pointer. Teknik tersebut menggambarkan hardware swizzling yang menggunakan manajemen virtual memory untuk memecahkan masalah di atas. Keuntungan hardware swizzling dibandingkan dengan software swizzling adalah :</p>
<ul>
<li>Dapat menyimpan persistent pointer pada jumlah space yang sama dengan pointer pada memory (transient pointer)</li>
<li>Pada saat merubah antara persistent pointer dengan transient pointer dapat dilakukan dengan mudah dan efisien</li>
</ul>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/penyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fpenyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object%2F&amp;t=penyimpanan%20data%20untuk%20database%20berorientasi%20object" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fpenyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object%2F&amp;title=penyimpanan%20data%20untuk%20database%20berorientasi%20object&amp;annotation=Sistem%20penyimpanan%20untuk%20database%20berorientasi%20object%20berbeda%20dengan%20sistem%20penyimpanan%20%20database%20dengan%20relasi.%20Karena%20database%20berorientasi%20object%20harus%20menangani%20data%20yang%20besar%20dan%20harus%20mendukung%20%20ketepatan%20pointer.%0D%0A%0D%0ATeknik%20organisasi%20file%20sep" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fpenyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object%2F&amp;title=penyimpanan%20data%20untuk%20database%20berorientasi%20object&amp;bodytext=Sistem%20penyimpanan%20untuk%20database%20berorientasi%20object%20berbeda%20dengan%20sistem%20penyimpanan%20%20database%20dengan%20relasi.%20Karena%20database%20berorientasi%20object%20harus%20menangani%20data%20yang%20besar%20dan%20harus%20mendukung%20%20ketepatan%20pointer.%0D%0A%0D%0ATeknik%20organisasi%20file%20sep" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fpenyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object%2F&amp;title=penyimpanan%20data%20untuk%20database%20berorientasi%20object&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=Sistem%20penyimpanan%20untuk%20database%20berorientasi%20object%20berbeda%20dengan%20sistem%20penyimpanan%20%20database%20dengan%20relasi.%20Karena%20database%20berorientasi%20object%20harus%20menangani%20data%20yang%20besar%20dan%20harus%20mendukung%20%20ketepatan%20pointer.%0D%0A%0D%0ATeknik%20organisasi%20file%20sep" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=penyimpanan%20data%20untuk%20database%20berorientasi%20object%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fpenyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cuplis.net/2010/04/sistem-komunikasi-data-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: sistem komunikasi data 1'>sistem komunikasi data 1</a> <small>Komunikasi Data Merupakan suatu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/penyimpanan-data-untuk-database-berorientasi-object/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>organisasi file part 2</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-2/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 07:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[[lanjutan dari part 1]
PRIMARY INDEKS
Pada file indeks yang menggunakan primary indeks, semua file master telah diurutkan berdasarkan primary key. File indeks juga telah diurutkan berdasarkan primary key semua file yang ada di atas disebut file indeks sekuential. Record indeks terdiri dari search key dan pointer yang menunjuk pada satu atau lebih record. Pointer terdiri dari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[lanjutan dari <a href="http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-1/">part 1</a>]</p>
<p>PRIMARY INDEKS</p>
<p>Pada file indeks yang menggunakan primary indeks, semua file master telah diurutkan berdasarkan primary key. File indeks juga telah diurutkan berdasarkan primary key semua file yang ada di atas disebut file indeks sekuential. Record indeks terdiri dari search key dan pointer yang menunjuk pada satu atau lebih record. Pointer terdiri dari identifier dari blok tempat record berada dalam disk.</p>
<p>ADA 2 TIPE PENGURUTAN INDEKS YANG DIGUNAKAN</p>
<ul>
<li>Dense index : Semua nilai dari search key muncul pada file index</li>
<li>Sparse index : Hanya sebagian dari nilai search key yang muncul pada file index</li>
</ul>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-96" title="organisasi-file-index-4" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-4-300x202.jpg" alt="Dense Indeks" width="300" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Primary Indeks - Dense Indeks</p></div>
<div id="attachment_97" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-97" title="organisasi-file-index-5" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-5-300x204.jpg" alt="Sparse Indeks" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Primary Indeks - Sparse Indeks</p></div>
<p>KELEBIHAN DENSE INDEX<br />
Mencari lokasi record lebih cepat dibanding sparse index</p>
<p>KEKURANGAN DENSE INDEX<br />
Membutuhkan tempat indeks lebih besar dibanding sparse index<br />
Jika file master berubah, maka file index juga harus dirubah (maintenace lebih sulit dibanding dengan sparse index))‏</p>
<p>KELEBIHAN SPARSE INDEX<br />
Membutuhkan tempat indeks lebih kecil  dibanding dense index<br />
Maintenace lebih mudah dibanding dengan dense index</p>
<p>KEKURANGAN SPARSE INDEX<br />
Mencari lokasi record lebih lambat dibanding dense index</p>
<p><span id="more-127"></span>MULTILEVEL INDEX</p>
<p>Meskipun menggunakan sparse index, file index dapat menjadi besar sehingga proses pencarian tidak efisien. Misal, jika file master mempunyai record 100.000, dengan tiap blok menyimpan 10 record. Jika 1 record pada file index menyimpan 1 blok. Maka file index mempunyai 10.000 record. File index yang terbentuk masih sangat besar untuk disimpan dalam sebuah disk. Jika file index tersebut tidak cukup dimuat di dalam main memory, maka pencarian data akan lambat. Untuk mengatasi masalah ini, maka dibuatlah sparse index pada primary index ( multilevel index)‏.</p>
<div id="attachment_98" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-6.jpg"><img class="size-medium wp-image-98" title="organisasi-file-index-6" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-6-300x216.jpg" alt="Multilevel Indeks" width="300" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Primary Indeks - Multilevel Indeks</p></div>
<p>INDEKS UPDATE</p>
<p>File Indeks Harus Diupdate Jika Proses Insert Atau Delete Record Terjadi.</p>
<p>Insert Record :</p>
<ul>
<li>Pada dense indeks : Jika nilai yang diinsert belum ada pada file indeks ,  maka nilai dari search key diinsert pada file indeks.</li>
<li>Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang diinsert sudah ada, maka file index tidak usah dirubah, sebaliknya jika pada file index nilai yang diinsert tidak ada, maka file index harus dirubah.</li>
</ul>
<p>Delete record :</p>
<p>Untuk menghapus record, record tersebut harus dicari dulu.</p>
<ul>
<li>Pada dense indeks : Jika nilai yang didelete hanya satu pada file master, maka pada file indeks nilai yang didelete harus dihapus. Jika nilai yang didelete lebih dari satu pada file master, maka pada file indeks, nilai yang didelete tidak perlu dihapus.</li>
<li>Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang didelete ada, maka nilai tersebut pada file index harus dihapus, sebaliknya jika pada file index nilai yang didelete tidak ada, maka file index tidak dirubah.</li>
</ul>
<div id="attachment_99" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-7.jpg"><img class="size-medium wp-image-99" title="organisasi-file-index-7" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-7-300x213.jpg" alt="Secondary Indeks" width="300" height="213" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Secondary Indeks</p></div>
<p>FILE INDEKS B+ -TREE</p>
<p>Delete record : Untuk menghapus record, record tersebut harus dicari dulu.</p>
<ul>
<li>Pada dense indeks : Jika nilai yang didelete hanya satu pada file master, maka pada file indeks nilai yang didelete harus dihapus. Jika nilai yang didelete lebih dari satu pada file master, maka pada file indeks, nilai yang didelete tidak perlu dihapus.</li>
<li>Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang didelete ada, maka nilai tersebut pada file index harus dihapus, sebaliknya jika pada file index nilai yang didelete tidak ada, maka file index tidak dirubah.</li>
</ul>
<p><strong>ORGANISASI FILE HASHING</strong></p>
<p>Keuntungan dari organisasi file index sekuential adalah untuk mencari lokasi data, harus mengakses struktur index nya. Pada Organisasi File Hash, Untuk Mencari Alamat Dari Record Secara Langsung Dengan Menghitung Fungsi Dari Nilai Search Key Dari Record ( Memakai Perhitungan Matematis Untuk Menemukan Alamat Dari Sebuah Record ). Agar Dapat Dilakukan Direct Access, Key Dari Record Dipakai Sebagai Alamat Di Dalam File.</p>
<p>Komponen Hashed File:</p>
<ul>
<li>File Space : Terbagi dalam slot-slot. Tiap slot menyimpan sebuah record.</li>
<li>Rumus : Menghasilkan slot address, dihitung berdasarkan key dari sebuah record.</li>
</ul>
<p>OVERVIEW HASHED FILE</p>
<ul>
<li>Berbasis kemampuan direct access ke dalam file dengan memanfaatkan relatif address.</li>
<li>RELATIF ADDRESS : Sebuah Record Dapat Ditemukan Hanya Dengan Memanggilnya Lewat Nomor Urut Record Di Dalam File.</li>
<li>MASALAHNYA ADALAH Membuat rumus untuk mengubah key dari sebuah record menjadi nomor urut (kat -&gt; key to address transformation)‏.</li>
</ul>
<p>KAT (KEY TO ADDRESS TRANSFORMATION) :</p>
<ul>
<li>Tujuannya untuk menghasilkan slot number yang berbeda bagi tiap record</li>
<li>Dengan cara mengubah key menjadi relative address</li>
</ul>
<p>Hambatan kat :</p>
<ul>
<li>Key umumnya sesuatu yang bersifat natural (nim / no_ktp / no_pegawai / dll)‏</li>
<li>Natural key biasanya panjang (nim = 10 digit)‏</li>
</ul>
<p>PERSYARATAN KAT:</p>
<ul>
<li>Ukuran key harus diperpendek agar sesuai dengan slot address (relative address)‏</li>
<li>Slot address yang dihasilkan harus unix</li>
<li>Algoritma untuk membuat kat sangat banyak</li>
</ul>
<div id="attachment_100" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-hashing-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-100" title="organisasi-file-hashing-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-hashing-1-300x201.jpg" alt="Organisasi File Hashing" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Hashing</p></div>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-2/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-2%2F&amp;t=organisasi%20file%20part%202" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-2%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%202&amp;annotation=%5Blanjutan%20dari%20part%201%5D%0D%0A%0D%0APRIMARY%20INDEKS%0D%0A%0D%0APada%20file%20indeks%20yang%20menggunakan%20primary%20indeks%2C%20semua%20file%20master%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key.%20File%20indeks%20juga%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key%20semua%20file%20yang%20ada%20di%20atas%20disebut%20file" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-2%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%202&amp;bodytext=%5Blanjutan%20dari%20part%201%5D%0D%0A%0D%0APRIMARY%20INDEKS%0D%0A%0D%0APada%20file%20indeks%20yang%20menggunakan%20primary%20indeks%2C%20semua%20file%20master%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key.%20File%20indeks%20juga%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key%20semua%20file%20yang%20ada%20di%20atas%20disebut%20file" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-2%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%202&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=%5Blanjutan%20dari%20part%201%5D%0D%0A%0D%0APRIMARY%20INDEKS%0D%0A%0D%0APada%20file%20indeks%20yang%20menggunakan%20primary%20indeks%2C%20semua%20file%20master%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key.%20File%20indeks%20juga%20telah%20diurutkan%20berdasarkan%20primary%20key%20semua%20file%20yang%20ada%20di%20atas%20disebut%20file" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=organisasi%20file%20part%202%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-2%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>organisasi file part 1</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-1/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 07:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[File diorganisasi (disusun) berdasarkan urutan-urutan record-record. Record-record dipetakan ke dalam blok-blok dalam harddisk
blok berukuran tetap, 1 blok berisi lebih dari 1 record.
JENIS RECORD BERDASARKAN PANJANGNYA :

FIXED LENGTH RECORD
VARIABLE LENGTH RECORD

FIXED LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tetap.
Misal : untuk membuat record  mahasiswa
TYPE MAHASISWA = RECORD
NIM : CHAR(10);
NAMA : CHAR(40);
ALAMAT : CHAR(50);
END
Tiap karakter menyimpan 1 [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File diorganisasi (disusun) berdasarkan urutan-urutan record-record. Record-record dipetakan ke dalam blok-blok dalam harddisk</p>
<p>blok berukuran tetap, 1 blok berisi lebih dari 1 record.<br />
JENIS RECORD BERDASARKAN PANJANGNYA :</p>
<ul>
<li>FIXED LENGTH RECORD</li>
<li>VARIABLE LENGTH RECORD</li>
</ul>
<div id="attachment_67" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-67" title="organisasi-file-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-1-300x78.jpg" alt="organisasi-file-1" width="300" height="78" /></a><p class="wp-caption-text">tabel 1</p></div>
<p>FIXED LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tetap.</p>
<blockquote><p>Misal : untuk membuat record  mahasiswa</p>
<p>TYPE MAHASISWA = RECORD</p>
<p>NIM : CHAR(10);</p>
<p>NAMA : CHAR(40);</p>
<p>ALAMAT : CHAR(50);</p>
<p>END</p></blockquote>
<p>Tiap karakter menyimpan 1 byte, maka record ke 1 untuk data mahasiswa di atas akan menyimpan 100 byte, kemudian 100 byte untuk record yang kedua dan seterusnya. Penempatan record pada blok disebut blocking. Metode blocking untuk record berukuran tetap adalah fixed length blocking.</p>
<p>Misal :</p>
<p>1 block dapat menyimpan 250 byte, jika 1 record panjangnya 100 byte maka BLOCKING SBB:</p>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-blocking.jpg"><img class="size-medium wp-image-79" title="organisasi-file-blocking" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-blocking-300x95.jpg" alt="Organisasi File Blocking" width="300" height="95" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Blocking</p></div>
<p>Kelebihan fixed length record : mudah dalam pemrograman, karena untuk menyisipkan atau menghapus record mudah karena panjang recordnya sama.</p>
<p>Kekurangan fixed length record : boros tempat penyimpanan.</p>
<p>VARIABLE LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tidak tetap.</p>
<p>Misal : untuk membuat record  mahasiswa</p>
<blockquote><p>TYPE MAHASISWA = RECORD</p>
<p>NIM : VARCHAR(10);</p>
<p>NAMA : VARCHAR(40);</p>
<p>ALAMAT : VARCHAR(50);</p>
<p>END</p></blockquote>
<p>Panjang tiap record berbeda-beda tergantung dari isi dari masing-masing record. Penempatan record dalam blok tergantung dari panjang record. Metode blocking untuk record berukuran tidak tetap ada dua :</p>
<ul>
<li>Variable length spanned blocking</li>
<li>Variable length unspanned blocking</li>
</ul>
<div id="attachment_81" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-variable-length-record.jpg"><img class="size-medium wp-image-81" title="organisasi-file-variable-length-record" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-variable-length-record-300x177.jpg" alt="Organisasi File Variable Length Record" width="300" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Variable Length Record</p></div>
<p>Variable length spanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record dapat dipotong)‏.</p>
<p>Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.<br />
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE<br />
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE<br />
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE</p>
<div id="attachment_80" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-spanned-blocking.jpg"><img class="size-medium wp-image-80" title="organisasi-file-spanned-blocking" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-spanned-blocking-300x83.jpg" alt="Organisasi File Spanned Blocking" width="300" height="83" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Spanned Blocking</p></div>
<p>Variable length unspanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record tidak boleh dipotong)‏.</p>
<p>Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.<br />
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE<br />
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE<br />
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE</p>
<div id="attachment_82" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-unspanned-blocking.jpg"><img class="size-medium wp-image-82" title="organisasi-file-unspanned-blocking" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-unspanned-blocking-300x73.jpg" alt="Organisasi File Unspanned Blocking" width="300" height="73" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Unspanned Blocking</p></div>
<p>Kelebihan variable length record : hemat tempat penyimpanan.</p>
<p>Kekurangan variable length record : sulit digunakan dalam pemrograman, karena panjang record berbeda maka tiap akhir record digunakan symbol end of record yang menandakan record sudah berakhir.</p>
<p><span id="more-66"></span>Record tersusun dalam sebuah file. Beberapa cara pengorganisasian (penyusunan) record dalam sebuah file adalah sebagai berikut :</p>
<p>ORGANISASI FILE HEAP</p>
<ul>
<li>Tiap record ditempatkan di mana saja di dalam file selama masih terdapat tempat untuk record tersebut</li>
<li>Tidak ada pengurutan dalam record</li>
</ul>
<p>ORGANISASI FILE SEKUENTIAL</p>
<ul>
<li>Penempatan Record Diurutkan Sekuential Berdasarkan Sebuah Key</li>
</ul>
<p>ORGANISASI FILE HASHING</p>
<ul>
<li>Fungsi hash yang menghitung beberapa attribut dari record. Hasil dari fungsi akan menempatkan lokasi dari record tersebut</li>
</ul>
<p>Beberapa konsep dasar :</p>
<ul>
<li>Field : Satuan informasi terkecil yang menyusun record</li>
<li>Record : Kumpulan dari field yang berhubungan satu sama lain</li>
<li>File : Kumpulan dari record-record</li>
<li>Basis data : Kumpulan file yang digunakan oleh program aplikasi serta membentuk hubungan tertentu di antara record-record di file-file tersebut</li>
<li>Key : Elemen record yang dipakai untuk menemukan record tersebut pada waktu akses</li>
</ul>
<p>Jenis-jenis key:</p>
<ul>
<li>Primary key : Field yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file. Bersifat unik.
<div id="attachment_83" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-primary-key.jpg"><img class="size-medium wp-image-83" title="organisasi-file-primary-key" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-primary-key-300x66.jpg" alt="Primary Key" width="300" height="66" /></a><p class="wp-caption-text">Primary Key</p></div></li>
<li>Secondary key : Field yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file. Tidak bersifat unik.
<p><div id="attachment_84" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-secondary-key.jpg"><img class="size-medium wp-image-84" title="organisasi-file-secondary-key" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-secondary-key-300x78.jpg" alt="Secondary Key" width="300" height="78" /></a><p class="wp-caption-text">Secondary Key</p></div></li>
<li>Candidate key : Field-field yang bisa dipilih (dipakai) menjadi primary key.
<p><div id="attachment_85" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-candidate-key.jpg"><img class="size-medium wp-image-85" title="organisasi-file-candidate-key" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-candidate-key-300x106.jpg" alt="Candidate Key" width="300" height="106" /></a><p class="wp-caption-text">Candidate Key</p></div></li>
<li>Composite key : Primary key yang dibentuk dari beberapa field.
<p><div id="attachment_86" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-composite-key.jpg"><img class="size-medium wp-image-86" title="organisasi-file-composite-key" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-composite-key-300x98.jpg" alt="Composite Key" width="300" height="98" /></a><p class="wp-caption-text">Composite Key</p></div></li>
<li>Foreign key : Field yang bukan key, tetapi adalah key pada file yang lain.
<p><div id="attachment_87" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-foreign-key.jpg"><img class="size-medium wp-image-87" title="organisasi-file-foreign-key" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-foreign-key-300x137.jpg" alt="Foreign Key" width="300" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">Foreign Key</p></div></li>
</ul>
<p>File sekuential didesign untuk efisiensi pemrosesan rekord pada saat pengurutan berdasarkan beberapa key. File dengan data yang tersusun dalam suatu urutan tertentu. Tiap Record Mempunyai Field Yang Sama &amp; Dengan Susunan Yang Sama.</p>
<p>STRUKTUR FILE</p>
<p>Untuk memungkinkan record tersusun secara urut perlu ditentukan key dari tiap record. Pembacaan secara serial (satu persatu) sesuai dengan urutan keynya disebut pembacaan secara sequential.</p>
<p><div id="attachment_88" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-struktur-file-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-88" title="organisasi-file-struktur-file-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-struktur-file-1-300x65.jpg" alt="Struktur File" width="300" height="65" /></a><p class="wp-caption-text">Struktur File</p></div>
<p><strong>ORGANISASI FILE SEKUENTIAL</strong></p>
<p>Insert sebuah record</p>
<ul>
<li>insert berarti menambahkan sebuah data baru ke dalam file</li>
<li>insert pada ujung akhir sebuah file, hanyalah menambah banyaknya data waktu yang dibutuhkan kecil</li>
</ul>
<div id="attachment_89" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-89" title="organisasi-file-sekuential-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-1-300x88.jpg" alt="Sekuential - Insert" width="300" height="88" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Sekuential - Insert</p></div>
<p>Insert ditengah file mengakibatkan pergeseran ataupun perubahan struktur data yang  tidak sederhana.</p>
<div id="attachment_90" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-90" title="organisasi-file-sekuential-2" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-2-300x110.jpg" alt="Sekuential - Insert di tengah" width="300" height="110" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Sekuential - Insert di tengah</p></div>
<p>DELETE SEBUAH RECORD</p>
<ul>
<li>menghapus sebuah record</li>
<li>mencari lokasi data &amp; menghapus isinya, agar bisa dipakai oleh data yang lain</li>
<li>setelah itu dilakukan pergeseran ataupun pengaturan struktur data kembali</li>
</ul>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-91" title="organisasi-file-sekuential-3" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-3-300x107.jpg" alt="Sekuential - Delete" width="300" height="107" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Sekuential - Delete</p></div>
<p>Kadangkala delete dilakukan dengan hanya memberi tanda saja (tombstone / flag), tanpa dilakukan penghapusan ataupun pengaturan struktur datanya.</p>
<div id="attachment_92" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-92" title="organisasi-file-sekuential-4" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-sekuential-4-300x142.jpg" alt="Sekuential - Delete with Flag" width="300" height="142" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Sekuential - Delete with Flag</p></div>
<p><strong>ORGANISASI FILE INDEX</strong></p>
<p>KONSEP DASAR</p>
<ul>
<li>Sebuah File Akan Terus Diakses Untuk Mencari Datanya (Fetch Data) Untuk Kemudian Data Tersebut Diambil Dari File (Retrieve Data)</li>
<li>Untuk mencari data pada sebuah tabel dapat dilakukan secara sekuential. Namun cara pencarian ini akan memakan waktu lama jika file terdiri dari banyak record</li>
</ul>
<div id="attachment_93" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-93" title="organisasi-file-index-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-1-300x84.jpg" alt="Sekuential Search" width="300" height="84" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Sekuential Search</p></div>
<p>PADA DASARNYA TERDAPAT 2 MACAM PENGURUTAN :</p>
<ul>
<li>Pengurutan secara indeks : Berdasarkan urutan dari sebuah nilai</li>
<li>Pengurutan secara hash : Berdasarkan fungsi hash yang digunakan</li>
</ul>
<p>TIAP PENGURUTAN MEMPERHATIKAN FAKTOR-FAKTOR, YAITU :</p>
<ul>
<li>TIPE AKSES : Tipe akses dalam mencari record. Yang lebih dipilih tentunya yang lebih efisien</li>
<li>WAKTU AKSES : Waktu yang dibutuhkan untuk menemukan sebuah record</li>
<li>WAKTU HAPUS : Waktu yang dibutuhkan untuk menghapus sebuah item</li>
<li>RUANG SPASI : Ruang tambahan yang diminta oleh stuktur index</li>
</ul>
<p>INDEX YANG TERURUT</p>
<p>Untuk mengatasi pencarian record dalam sebuah file secara acak, dapat digunakan struktur index. Tiap struktur index dihubungkan sesuai dengan key yang dicari (search key). Sebuah file dapat mempunyai beberapa file indeks, dengan search key yang ber beda-beda. Jika search key yang dipakai adalah primary key pada sebuah file master maka file index yang dibuat disebut primary indeks. Jika Search Key Yang Dipakai Adalah Bukan Primary Key Pada Sebuah File Master Maka File Index Yang Dibuat Disebut Secondary Indeks. File index terdiri dari nomor record serta field yang digunakan sebagai search key. Sebelum Mencari Data Pada File Master, Data Dicari Terlebih Dahulu Pada File Index, Jika Data Tersebut Ada, Maka File Index Langsung Menunjuk Lokasi Dari Data Tersebut Pada File Master.</p>
<div id="attachment_94" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-94" title="organisasi-file-index-2" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-2-300x204.jpg" alt="File Index - Primary Indeks" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">Organisasi File Index - Primary Indeks</p></div>
<p><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-95" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/organisasi-file-index-3-300x203.jpg" alt="" /></a><br />
[bersambung ke <a href="http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-2/">part 2</a>]</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-1/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-1%2F&amp;t=organisasi%20file%20part%201" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-1%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%201&amp;annotation=File%20diorganisasi%20%28disusun%29%20berdasarkan%20urutan-urutan%20record-record.%20Record-record%20dipetakan%20ke%20dalam%20blok-blok%20dalam%20harddisk%0D%0A%0D%0Ablok%20berukuran%20tetap%2C%201%20blok%20berisi%20lebih%20dari%201%20record.%0D%0AJENIS%20RECORD%20BERDASARKAN%20PANJANGNYA%20%3A%0D%0A%0D%0A%09FIXED%20LENGTH%20RECORD%0D" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-1%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%201&amp;bodytext=File%20diorganisasi%20%28disusun%29%20berdasarkan%20urutan-urutan%20record-record.%20Record-record%20dipetakan%20ke%20dalam%20blok-blok%20dalam%20harddisk%0D%0A%0D%0Ablok%20berukuran%20tetap%2C%201%20blok%20berisi%20lebih%20dari%201%20record.%0D%0AJENIS%20RECORD%20BERDASARKAN%20PANJANGNYA%20%3A%0D%0A%0D%0A%09FIXED%20LENGTH%20RECORD%0D" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-1%2F&amp;title=organisasi%20file%20part%201&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=File%20diorganisasi%20%28disusun%29%20berdasarkan%20urutan-urutan%20record-record.%20Record-record%20dipetakan%20ke%20dalam%20blok-blok%20dalam%20harddisk%0D%0A%0D%0Ablok%20berukuran%20tetap%2C%201%20blok%20berisi%20lebih%20dari%201%20record.%0D%0AJENIS%20RECORD%20BERDASARKAN%20PANJANGNYA%20%3A%0D%0A%0D%0A%09FIXED%20LENGTH%20RECORD%0D" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=organisasi%20file%20part%201%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Forganisasi-file-part-1%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/organisasi-file-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>media penyimpanan</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/media-penyimpanan/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/media-penyimpanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 03:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[JENIS-JENIS MEDIA PENYIMPANAN

Cache Memory
Main Memory
Flash Memory
Magnetic Disc Storage
Optical Storage
Tape Storage
RAID

GAMBARAN UMUM BENTUK FISIK
Terdapat beberapa tipe media penyimpanan data pada sistem komputer. Penyimpanan data dibedakan berdasarkan :

Kecepatan Akses Data
Harga dari Media Penyimpanan
Kehandalan dari Media Penyimpanan

Media penyimpanan informasi di system computer dibagi menjadi 2 tipe utama :
Penyimpan primer / Primary Storage. Ciri-ciri :

Kecepatan akses tinggi
Harganya relative mahal
Kapasitas [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JENIS-JENIS MEDIA PENYIMPANAN</strong></p>
<ul>
<li>Cache Memory</li>
<li>Main Memory</li>
<li>Flash Memory</li>
<li>Magnetic Disc Storage</li>
<li>Optical Storage</li>
<li>Tape Storage</li>
<li>RAID</li>
</ul>
<p><strong>GAMBARAN UMUM BENTUK FISIK</strong></p>
<p>Terdapat beberapa tipe media penyimpanan data pada sistem komputer. Penyimpanan data dibedakan berdasarkan :</p>
<ul>
<li>Kecepatan Akses Data</li>
<li>Harga dari Media Penyimpanan</li>
<li>Kehandalan dari Media Penyimpanan</li>
</ul>
<p>Media penyimpanan informasi di system computer dibagi menjadi 2 tipe utama :<br />
Penyimpan primer / Primary Storage. Ciri-ciri :</p>
<ul>
<li>Kecepatan akses tinggi</li>
<li>Harganya relative mahal</li>
<li>Kapasitas relative kecil</li>
<li>Volatile</li>
</ul>
<p>Penyimpan sekunder / Secondary Storage. Ciri-ciri :</p>
<ul>
<li>Kecepatan akses rendah</li>
<li>Harganya relative murah</li>
<li>Kapasitas relative besar</li>
<li>Non-volatile</li>
</ul>
<p><span id="more-51"></span><strong>CACHE MEMORY</strong></p>
<ul>
<li>Chache Memory mempunyai akses data paling cepat</li>
<li>Cache Memory merupakan penyimpanan paling mahal</li>
<li>Kapasitas Cache Memory paling Kecil (mis 256 KB – I MB)</li>
<li>Mempunyai sifat volatile</li>
<li>Cache Memory biasanya terletak pada Mainboard</li>
<li>Biasanya prosessor akan mencari data pada cache memory dulu sebelum mencari data data memory utama</li>
<li>Biasanya data yang terletak pada cache memory adalah data yang sering di baca</li>
</ul>
<p><strong>MAIN MEMORY (RAM)</strong></p>
<ul>
<li>Merupakan simpanan data pada saat komputer beroperasi</li>
<li>Harganya relatif masih mahal</li>
<li>Kapasitas relatif kecil ( mis 64 MB – 1 GB)</li>
<li>Kecepatan akses relatif lebih cepat</li>
<li>Bersifat volatile</li>
</ul>
<p><strong>FLASH MEMORY</strong></p>
<ul>
<li>Merupakan simpanan data yang banyak digunakan saat ini</li>
<li>Menggunakan cara kerja EEPROM (electrically eraseable programmable read only memory)</li>
<li>Kapasitas relatif lebih kecil besar dibandingkan main memory</li>
<li>Non-volatile</li>
<li>Kecepatan relatif lebih lambat dibandingkan main memory</li>
</ul>
<p><strong>MAGNETIC-DISC STORAGE</strong></p>
<ul>
<li>Kapasitas relatif besar ( 1 GB – 100 GB)</li>
<li>Kecepatan relatif lambat</li>
<li>Harga Relatif Lebih murah</li>
<li>Non-volatile</li>
<li>Merupakan media penyimpanan yang paling banyak dipakai</li>
<li>Kapasitas terus berkembang, karena aplikasi sistem komputer yang semakin berkembang</li>
<li>Database yang besar biasanya membutuhkan lebih dari 1 hard disk untuk penyimpanannya</li>
<li>Phisik sebuah hardisk terbuat dari bahan  Magnetic disk terbuat dari sejumlah plat/cakram. Permukaan tiap cakram (atas/bawah) terbuat dari bahan besi yang mudah dimagnetisasi</li>
<li>Perekaman data</li>
<li>Pada disk magnetic kode on dan off direpresentasikan oleh kedudukan elemen magnetiknya</li>
<li>Dengan mengimbas permukaan disk dengan magnet (yang ada pada head), kedudukan elemen magnet berubah. Artinya kode on bisa diganti off dan sebaliknya</li>
<li>Lubang-lubang di permukaan disk merepresentasikan data yang tersusun dalam suatu jalur yang disebut track. Data disimpan dalam track yang berbentuk konsentris</li>
<li>Tiap track dibagi menjadi sector-sektor (blok)</li>
<li>Magnetic disk diorganisasikan menjadi silinder-silinder</li>
<li>Silinder adalah track-track yang sama pada permukaan-permukaan pada cakram-cakram yang berbeda</li>
<li>Head R/W menyimpan informasi yang diambil dari magnetisasi sektor-sektor yang ada dibawahnya</li>
<li>Head R/W melayang di atas permukaan platter</li>
<li>Jika Head R/W menyentuh permukaan plat, maka data yang ada di bawahnya akan rusak</li>
<li>Disc Controller merupakan interface antar sistem komputer dan hardware dari hardisk dengan menerima perintah read / write pada sebuah sector</li>
<li>Disc controller juga bertugas untuk remapping bad sector, sehingga data tidak disimpan pada bad sektor pada hard disk</li>
<li>Kapasitas</li>
<li>Waktu akses (access time) : waktu mulai permintaan read/write hingga transfer data dimulai</li>
<li>Rata-rata waktu transfer data (data-transfer rate) : waktu rata-rata data diambil atau disimpan ke dalam hardisk ( mis 4 – 8 MB per detik)</li>
<li>Reliability</li>
<li>Proses I/O pada disk ditentukan oleh sistem operasi</li>
<li>Setiap proses I/O akan meminta alamat dari data pada harddisk, yang disebut juga block number (nomor blok)</li>
<li>Ukuran blok  berkisar dari 512 kb – 4096 kb</li>
<li>Data ditransfer antara memory dan hardisk dalam ukuran blok</li>
<li>Karena akses data pada hardisk lebih lambat dibanding dengan akses data pada memory, maka sering terjadi bottleneck</li>
<li>Pengembangan dilakukan pada teknik untuk memperbaiki kecepatan akses  blok pada disk</li>
</ul>
<p>Waktu Akses terdiri dari :</p>
<ul>
<li>SEEK TIME : Waktu yang dibutuhkan untuk menempatkan R/W head pada cylinder yang diinginkan ( mis 2 – 30 millisecond)</li>
<li>ROTATIONAL LATENCY TIME : Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sampai data berada di bawah R/W head. Biasanya sekitas 5400 RPM – 15000 RPM</li>
</ul>
<p>Beberapa teknik yang dikembangkan dalam perbaikan kecepatan access blok pada disk :</p>
<ul>
<li>Scheduling (penjadwalan)</li>
<li>File organization (organisasi file)</li>
<li>Non-volatile write buffers (penulisan pada buffer non-volatile)</li>
<li>Log disk</li>
</ul>
<p><strong>OPTICAL STORAGE</strong></p>
<ul>
<li>Simpanan data pengganti disket ( mudah dibawa-bawa)</li>
<li>Kapasitas relatif besar ( 1 keping CD dapat menyimpan s/d 640 MB, 1 keping DVD dapat menyimpan s/d 1,7 GB)</li>
<li>Kecepatan relatif lebih lambat</li>
<li>Harga relatif lebih murah</li>
<li>Non-Volatile</li>
</ul>
<p><strong>TAPE STORAGE</strong></p>
<ul>
<li>Kapasitas sangat besar ( 40 GB – 400 GB)</li>
<li>Kecepatan akses paling lambat</li>
<li>Non-Volatile</li>
<li>Harga paling murah</li>
<li>Biasa digunakan untuk back up data</li>
</ul>
<p><strong>HIRARKI MEDIA PENYIMPANAN DATA</strong></p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/hirarki-media-penyimpanan-data.jpg"><img class="size-medium wp-image-52" title="hirarki-media-penyimpanan-data" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/hirarki-media-penyimpanan-data-300x206.jpg" alt="Hirarki Media Penyimpanan Data" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Hirarki Media Penyimpanan Data</p></div>
<p>Urutan media penyimpanan dari yang tercepat :</p>
<ul>
<li>Primary storage</li>
<li>Cache memory, main memory</li>
<li>Secondary storage (online storage)</li>
<li>Magnetic disc</li>
<li>Tertiary storage (off line storage)</li>
<li>Optical disc,  magnetic tape</li>
</ul>
<p><strong>RAID</strong></p>
<p>Raid ( redundant arrays of independent disks) : Satu set disk drive yang bekerja seolah-olah sebagai satu disk drive tunggal<br />
Latar Belakang Raid :</p>
<ul>
<li>Kecepatan komputer tergantung dari kecepatan cpu, kecepatan memory dan kecepatan proses i/o</li>
<li>Kecepatan memori dan processor berkembang cepat</li>
<li>Kecepatan proses i/o berkembang lambat</li>
</ul>
<p>Blok-blok data disebut page-page data disimpan dalam pola pita-pita (stripes)</p>
<p>TIGA KARAKTERISTIK UMUM DARI RAID INI, YAITU:</p>
<ul>
<li>Menurut stallings [stallings2001], raid adalah sebuah set dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem operasi sebagai sebuah logical drive</li>
<li>Data didistribusikan ke dalam array dari beberapa physical drive</li>
<li>Kapasitas disk yang berlebih digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin data dapat diperbaiki jika terjadi kegagalan pada salah satu disk</li>
</ul>
<div id="attachment_53" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid.jpg"><img class="size-medium wp-image-53" title="raid" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-300x210.jpg" alt="RAID" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">RAID</p></div>
<p>Kerusakan beberapa disk yang dijadikan satu lebih besar  dibandingkan dengan kerusakan satu disk. Mis : mttf disk 100.000 jam ( 11 tahun), jika 100 disk dijadikan satu maka mttf menjadi 100.000 / 100 = 1000 jam ( 42 hari).</p>
<p>note : MTTF =Mean Time to Failure<br />
Solusi untuk permasalahan di atas adalah dengan membuat duplikasi disk, menyimpan data yang sama pada dua disk yang berbeda, sehingga jika data rusak pada disk yang satu, maka data pada disk yang lain dapat diselamatkan (teknik ini disebut mirroring atau shadowing).</p>
<div id="attachment_54" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-duplikasi-data.jpg"><img class="size-medium wp-image-54" title="raid-duplikasi-data" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-duplikasi-data-300x205.jpg" alt="Duplikasi Data" width="300" height="205" /></a><p class="wp-caption-text">Duplikasi Data</p></div>
<p>MTTF pada disk yang menggunakan mirorring tergantung dari mttf masing-masing disk. Serta tergantung dari MTTR (mean time to repair) ( waktu yang dibutuhkan untuk mengganti disk yang rusak dan untuk memperbaiki  data pada disk tersebut) .</p>
<p>Misal:  2 buah disk,  MTTF masing-masing disk = 100.000 jam dan mean time to repair = 10 jam maka mean time terhadap kehilangan data pada disk yang menggunakan mirroring adalah 1000002  / (2 * 10) = 500 x 106  jam atau sekitar 57.000 tahun.</p>
<p>Kerusakan pada disk yang diduplikasi  dapat terjadi karena arus listrik yang terputus atau bencana alam (banjir, kebakaran atau gempa bumi).</p>
<p>Biasanya kerusakan yang disebabkan  arus listrik menyebabkan  data yang langsung direkam pada dua disk tsb akan rusak. Hal ini dapat disiasati dengan cara data direkam pada disk yang satu, setelah selesai  baru kemudian data direkam pada disk yang lain.</p>
<p>PERBAIKAN PERFORMANCE DISK MELALUI PARALLELISM :</p>
<ul>
<li>Menggunakan disk lebih dari satu dapat mempercepat waktu transfer data dengan cara stripping data (blok-blok ) data disimpan pada disk yang berbeda</li>
<li>Bit level stripping : tiap bit direkam pada disk yang berbeda</li>
<li>Blok level stripping : tiap blok direkam pada disk yang berbeda</li>
</ul>
<p>Yang Paling Banyak Digunakan Adalah Blok Level Stripping.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-block-level-stripping.jpg"><img class="size-medium wp-image-55" title="raid-block-level-stripping" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-block-level-stripping-300x203.jpg" alt="Block Level Stripping" width="300" height="203" /></a><p class="wp-caption-text">Block Level Stripping</p></div>
<p>LEVEL RAID</p>
<ul>
<li>Mirroring memperbaiki kehandalan tapi sangat mahal</li>
<li>Stripping memperbaiki rata-rata waktu transfer tapi tidak memperbaiki kehandalan</li>
<li>Macam-macam alternatif dibuat untuk membuat duplikasi dengan biaya yang murah dengan mengkombinasikan tripping dengan parity bit</li>
<li>Alternatif tersebut digambarkan dengan cara membuat level-level  raid</li>
</ul>
<div id="attachment_57" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-0.jpg"><img class="size-medium wp-image-57" title="raid-level-0" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-0-300x214.jpg" alt="RAID 0" width="300" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 0</p></div>
<div id="attachment_58" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-58" title="raid-level-1" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-1-300x210.jpg" alt="RAID 1" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 1</p></div>
<div id="attachment_59" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-59" title="raid-level-2" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-2-300x201.jpg" alt="RAID 2" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 2</p></div>
<div id="attachment_60" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-60" title="raid-level-3" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-3-300x200.jpg" alt="RAID 3" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 3</p></div>
<div id="attachment_61" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-61" title="raid-level-4" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-4-300x212.jpg" alt="RAID 4" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 4</p></div>
<div id="attachment_62" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-62" title="raid-level-5" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/raid-level-5-300x202.jpg" alt="RAID 5" width="300" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">RAID 5</p></div>
<p>Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Level Raid :</p>
<ul>
<li>Faktor keuangan untuk permintaan jumlah disk yang banyak</li>
<li>Performance Dari Operasi I/O</li>
<li>Performance pada saat disk mengalami kerusakan (Tergantung dari MTTF)</li>
<li>Performance selama data pada disk yang satu rusak, data pada disk yang lain direbuilt (bangun kembali) (tergantung MTTR)</li>
</ul>
<p>MASALAH HARDWARE :</p>
<ul>
<li>Raid dapat diimplementasi tanpa ada perubahan pada level hardware, hanya merubah dengan software (software raid)</li>
<li>Ada keuntungan lebih jika dibuat hardware  yang secara khusus digunakan untuk mendukung raid (hardware raid)</li>
<li>Implementasinya pada penggunaan ram non-volatile untuk merekam data yang akan ditulis, jika listrik mati sebelum proses perekaman selesai, maka sistem dapat mengambil informasi pada ram tsb untuk menyelesaikan perekaman</li>
</ul>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/media-penyimpanan/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmedia-penyimpanan%2F&amp;t=media%20penyimpanan" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmedia-penyimpanan%2F&amp;title=media%20penyimpanan&amp;annotation=JENIS-JENIS%20MEDIA%20PENYIMPANAN%0D%0A%0D%0A%09Cache%20Memory%0D%0A%09Main%20Memory%0D%0A%09Flash%20Memory%0D%0A%09Magnetic%20Disc%20Storage%0D%0A%09Optical%20Storage%0D%0A%09Tape%20Storage%0D%0A%09RAID%0D%0A%0D%0AGAMBARAN%20UMUM%20BENTUK%20FISIK%0D%0A%0D%0ATerdapat%20beberapa%20tipe%20media%20penyimpanan%20data%20pada%20sistem%20komputer.%20Penyimpan" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmedia-penyimpanan%2F&amp;title=media%20penyimpanan&amp;bodytext=JENIS-JENIS%20MEDIA%20PENYIMPANAN%0D%0A%0D%0A%09Cache%20Memory%0D%0A%09Main%20Memory%0D%0A%09Flash%20Memory%0D%0A%09Magnetic%20Disc%20Storage%0D%0A%09Optical%20Storage%0D%0A%09Tape%20Storage%0D%0A%09RAID%0D%0A%0D%0AGAMBARAN%20UMUM%20BENTUK%20FISIK%0D%0A%0D%0ATerdapat%20beberapa%20tipe%20media%20penyimpanan%20data%20pada%20sistem%20komputer.%20Penyimpan" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmedia-penyimpanan%2F&amp;title=media%20penyimpanan&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=JENIS-JENIS%20MEDIA%20PENYIMPANAN%0D%0A%0D%0A%09Cache%20Memory%0D%0A%09Main%20Memory%0D%0A%09Flash%20Memory%0D%0A%09Magnetic%20Disc%20Storage%0D%0A%09Optical%20Storage%0D%0A%09Tape%20Storage%0D%0A%09RAID%0D%0A%0D%0AGAMBARAN%20UMUM%20BENTUK%20FISIK%0D%0A%0D%0ATerdapat%20beberapa%20tipe%20media%20penyimpanan%20data%20pada%20sistem%20komputer.%20Penyimpan" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=media%20penyimpanan%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmedia-penyimpanan%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/media-penyimpanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>konsep dasar basis data</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/konsep-dasar-basis-data/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/konsep-dasar-basis-data/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 01:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Basis Data
Data Base Management System (DBMS) terdiri dari : sekumpulan data yang saling berhubungan dan suatu himpunan program yang melakukan akses terhadap data tersebut.
Tujuan DBMS yang paling utama adalah :

memelihara informasi
informasi tersedia pada saat yang dibutuhkan.

Data yang disimpan perlu diatur dalam Manajemen Data
Oleh karena itu perlu dipelajari :

struktur informasi
mekanisme dalam melakukan manipulasi terhadap informasi

Komponen Basis  [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cuplis.net/2010/04/sistem-komunikasi-data-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: sistem komunikasi data 1'>sistem komunikasi data 1</a> <small>Komunikasi Data Merupakan suatu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Basis Data</strong><br />
Data Base Management System (DBMS) terdiri dari : sekumpulan data yang saling berhubungan dan suatu himpunan program yang melakukan akses terhadap data tersebut.</p>
<p>Tujuan DBMS yang paling utama adalah :</p>
<ul>
<li>memelihara informasi</li>
<li>informasi tersedia pada saat yang dibutuhkan.</li>
</ul>
<p>Data yang disimpan perlu diatur dalam Manajemen Data<br />
Oleh karena itu perlu dipelajari :</p>
<ul>
<li>struktur informasi</li>
<li>mekanisme dalam melakukan manipulasi terhadap informasi</li>
</ul>
<p><strong>Komponen Basis  Data</strong></p>
<ul>
<li>DATA, data tersimpan secara terintegrasi dan dipakai secara bersama-sama</li>
<li>HARDWARE, perangkat keras yang digunakan dalam mengelola sistem database</li>
<li>SOFTWARE, perangkat lunak perantara antara pemakai dengan data fisik. perangkat lunak dapat berupa data base management system dan berbagai program aplikasi</li>
<li>USER, sebagai pemakai sistem</li>
</ul>
<p><strong>Data</strong></p>
<p>Ciri-ciri data didalam database :</p>
<ul>
<li>Data disimpan secara terintegrasi (integrated) : Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda, yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant)</li>
<li>Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared) : Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda</li>
</ul>
<p><strong>Hardware</strong></p>
<p>Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database berupa:</p>
<ul>
<li>Peralatan untuk penyimpanan database, yaitu secondary storage (harddisk, disket, flash disk, CD)</li>
<li>Peralatan input (keyboard, scanner, kamera digital) dan output (printer, layar monitor)</li>
<li>Peralatan komunikasi data (ethernet card, modem)</li>
</ul>
<p><strong>Software</strong></p>
<p>Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data physik pada database. Software pada sistem database dapat berupa:</p>
<ul>
<li>Database Management System (DBMS), yang menangani akses terhadap database, sehingga pemakai tidak perlu memikirkan proses penyimpanan dan pengelolaan data secara detail</li>
<li>Program-program aplikasi dan prosedur-prosedur</li>
</ul>
<p><strong>User</strong></p>
<p>Pemakai database dibagi atas 3 klasifikasi, yaitu:</p>
<ul>
<li>Database Administrator (DBA) : Orang/team yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan</li>
<li>Programmer : Orang/team yang bertugas membuat program aplikasi yang mengakses database, dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti Clipper, VB, Oracle baik secara batch maupun online untuk berinteraksi dengan komputer</li>
<li>End-user : Orang yang mengakses database melalui terminal, dengan menggunakan query-language atau program aplikasi yang dibuatkan oleh programmer</li>
</ul>
<p><span id="more-44"></span><strong>Aplikasi Basis Data</strong></p>
<p>Database Applications:</p>
<ul>
<li>Banking: all transactions</li>
<li>Airlines: reservations, schedules</li>
<li>Universities:  registration, grades</li>
<li>Sales: customers, products, purchases</li>
<li>Online retailers: order tracking, customized recommendations</li>
<li>Manufacturing: production, inventory, orders, supply chain</li>
<li>Human resources:  employee records, salaries, tax deductions</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Sistem Basis Data</strong></p>
<ul>
<li>Mencegah data redundancy dan inconsistency</li>
<li>Mempermudah dalam melakukan akses terhadap data</li>
<li>Mempertimbangkan data isolation</li>
<li>Mencegah concurrent access anomaly</li>
<li>Mempertimbangkan masalah keamanan data</li>
<li>Mempertimbangkan masalah integritas</li>
</ul>
<p><strong>Keuntungan Pemakaian Sistem Basis Data</strong></p>
<ul>
<li>Mengurangi redundansi : Data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja</li>
<li>Menghindarkan inkonsistensi : Karena redundansi berkurang, sehingga umumnya update hanya sekali saja</li>
<li>Terpeliharanya integritas data : Data tersimpan secara akurat</li>
<li>Data dapat dipakai bersama-sama : Data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada saat bersamaan</li>
<li>Memudahkan penerapan standarisasi : Menyangkut keseragaman penyajian data</li>
<li>Jaminan sekuriti <img src='http://cuplis.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ata hanya dapat diakses oleh yang berhak</li>
<li>Menyeimbangkan kebutuhan : Dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misalnya antara update (mengubah data) dengan retrieval (menampilkan data) didahulukan update</li>
</ul>
<p><strong>Kerugian Pemakaian Sistem Basis Data</strong></p>
<p>Mahal</p>
<p>Diperlukan hardware tambahan</p>
<ul>
<li>CPU yang lebih besar</li>
<li>Terminal yang lebih banyak</li>
<li>Alat untuk komunikasi</li>
</ul>
<p>Biaya performance yang lebih besar</p>
<ul>
<li>Listrik</li>
<li>Personil yang lebih tinggi klasifikasinya</li>
<li>Biaya telekomunikasi yang antar lokasi / kota</li>
</ul>
<p>Kompleks<br />
Prosedur backup &amp; recovery sulit</p>
<p><strong>Data Independence</strong></p>
<p>Kemampuan untuk melakukan modifikasi suatu definisi skema  pada suatu level tanpa memberikan efek  pada skema yang lebih tinggi dikatakan sebagai data independence (ketidaktergantungan data).<br />
Dua level dari data independence</p>
<ul>
<li>Physical data independence adalah kemampuan untuk melakukan modifikasi  pada level fisik, dengan tujuan untuk meningkatkan performa</li>
<li>Logical data independence adalah kemampuan untuk melakukan modifikasi dari skema konsep tanpa menyebabkan perubahan pada program aplikasi</li>
</ul>
<p><strong>Perlunya Prinsip Data Independence</strong></p>
<ul>
<li>Database administrator dapat merubah isi, lokasi dan organisasi database tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada</li>
<li>Vendor hardware &amp; software pengelolaan data bisa memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada</li>
<li>Untuk memudahkan perkembangan program aplikasi</li>
<li>Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi security dan integritas data, dengan memperhatikan perubahan-perubahan kebutuhan user</li>
</ul>
<p><strong>Transaction Management</strong></p>
<ul>
<li>Sebuah transaction adalah sekumpulan operasi yang ditunjukkan sebagai sebuah fungsi logik tunggal dalam sebuah aplikasi basis data</li>
<li>Transaction-management component menjamin bahwa basis data dalam keadaan konsisten (correct), memberitahukan kegagalan system (cth. power failures and operating system crashes) dan kesalahan transaksi</li>
<li>Concurrency-control manager mengontrol interaksi yang berada pada concurrent transaction, supaya menjamin konsistensi dari  basis data</li>
</ul>
<p><strong>Database Users</strong></p>
<p>Users dibedakan dalam caranya berinteraksi dengan sistem:</p>
<ul>
<li>Application programmers (Programer Aplikasi) – berinteraksi dengan sistem melalui pemanggilan DML, yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (C, C++, Java, VB, php)</li>
<li>Sophisticated users (Casual user / User Mahir) – berinteraksi dengan system tanpa menulis modul program. Mereka menyertakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS</li>
<li>Specialized users (User Khusus) – menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa DBMS yang bersangkutan</li>
<li>Naïve users (End User / User Umum) – berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program permanen (executable program) yang telah ditulis / disediakan sebelumnya</li>
<li>Contoh, orang yang mengakses basis data dari web, teller bank, staf kasir</li>
</ul>
<p><strong>Database Administrator</strong></p>
<ul>
<li>Database Administrator mengkoordinasi semua aktifitas basis data</li>
<li>Database Administrator memiliki pengertian yang baik tentang sumber daya informasi perusahaan dan kebutuhannya</li>
<li>Satu alasan utama untuk memiliki suatu DBMS adalah untuk memiliki suatu pusat pengendalian terhadap baik data maupun program dalam mengakses data</li>
<li>Orang yang melakukan pengawasan terhadap sistem ini dinamakan Database Administrator</li>
<li>Fungsi dari Database Administrator adalah:</li>
<li>- Schema definition (mendefinisikan skema)</li>
<li>- Storage structure and access method definition (mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses)</li>
<li>- Schema and physical organization modification (melakukan modifikasi organisasi skema dan fisik)</li>
<li>- Granting user authority to access the database (Memberikan jaminan hak untuk mengakses data)</li>
<li>- Specifying integrity constraints (Membuat spesifikasi untuk kendala integritas)</li>
<li>- Monitoring performance and responding to changes in requirements (melakukan monitor kinerja dan bertanggung jawab  dalam perubahan kebutuhan)</li>
</ul>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/konsep-dasar-basis-data/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fkonsep-dasar-basis-data%2F&amp;t=konsep%20dasar%20basis%20data" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fkonsep-dasar-basis-data%2F&amp;title=konsep%20dasar%20basis%20data&amp;annotation=Basis%20Data%0D%0AData%20Base%20Management%20System%20%28DBMS%29%20terdiri%20dari%20%3A%20sekumpulan%20data%20yang%20saling%20berhubungan%20dan%20suatu%20himpunan%20program%20yang%20melakukan%20akses%20terhadap%20data%20tersebut.%0D%0A%0D%0ATujuan%20DBMS%20yang%20paling%20utama%20adalah%20%3A%0D%0A%0D%0A%09memelihara%20informasi%0D%0A%09informa" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fkonsep-dasar-basis-data%2F&amp;title=konsep%20dasar%20basis%20data&amp;bodytext=Basis%20Data%0D%0AData%20Base%20Management%20System%20%28DBMS%29%20terdiri%20dari%20%3A%20sekumpulan%20data%20yang%20saling%20berhubungan%20dan%20suatu%20himpunan%20program%20yang%20melakukan%20akses%20terhadap%20data%20tersebut.%0D%0A%0D%0ATujuan%20DBMS%20yang%20paling%20utama%20adalah%20%3A%0D%0A%0D%0A%09memelihara%20informasi%0D%0A%09informa" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fkonsep-dasar-basis-data%2F&amp;title=konsep%20dasar%20basis%20data&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=Basis%20Data%0D%0AData%20Base%20Management%20System%20%28DBMS%29%20terdiri%20dari%20%3A%20sekumpulan%20data%20yang%20saling%20berhubungan%20dan%20suatu%20himpunan%20program%20yang%20melakukan%20akses%20terhadap%20data%20tersebut.%0D%0A%0D%0ATujuan%20DBMS%20yang%20paling%20utama%20adalah%20%3A%0D%0A%0D%0A%09memelihara%20informasi%0D%0A%09informa" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=konsep%20dasar%20basis%20data%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fkonsep-dasar-basis-data%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cuplis.net/2010/04/sistem-komunikasi-data-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: sistem komunikasi data 1'>sistem komunikasi data 1</a> <small>Komunikasi Data Merupakan suatu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/konsep-dasar-basis-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>metode penelitian sampling</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-sampling/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-sampling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 01:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[POPULASI PENELITIAN (1)
Keseluruhan unit sampel yang berada dalam suatu batasan, dimana generalisasi penelitian akan berlaku padanya.
Batasan Populasi
Dimensi ruang
Dimensi ketercakupan
Dimensi Waktu
Dapat salah satu, atau kombinasi diantara kedua atau ketiganya
Identifikasi Karakteristik
Finite atau infinite (TERTENTU)
Jika finite, homogen, berlapis atau bercluster atau lainnya
POPULASI PENELITIAN (2)
Populasi sasaran (target): adalah populasi aktual dimana peneliti ingin melakukan generalisasi, tetapi secara riil jarang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>POPULASI PENELITIAN (1)<br />
Keseluruhan unit sampel yang berada dalam suatu batasan, dimana generalisasi penelitian akan berlaku padanya.<br />
Batasan Populasi<br />
Dimensi ruang<br />
Dimensi ketercakupan<br />
Dimensi Waktu<br />
Dapat salah satu, atau kombinasi diantara kedua atau ketiganya<br />
Identifikasi Karakteristik<br />
Finite atau infinite (TERTENTU)<br />
Jika finite, homogen, berlapis atau bercluster atau lainnya</p>
<p>POPULASI PENELITIAN (2)<br />
Populasi sasaran (target): adalah populasi aktual dimana peneliti ingin melakukan generalisasi, tetapi secara riil jarang dapat terpenuhi dan diperoleh dinamakan populasi target.  Atau suatu populasi dimana keterangan yang diharapkan akan diperoleh.<br />
Populasi akses: adalah populasi dimana peneliti dapat melakukan generalisasi secara riil, karena dalam populasi tersebut tersedia kerangka sampel yang mana sampel akan diambil daripadanya.</p>
<p>POPULASI PENELITIAN (3)<br />
ILUSTRASI 1</p>
<p>Topik: Penelitian ingin mengetahui hubungan antara enterpreunership dengan kinerja UKM di Jawa Timur.<br />
Populasi akses : Seluruh UKM yang berada di Jawa Timur.<br />
Populasi target : Seluruh UKM yang berada di Pulau Jawa atau bahkan di Seluruh Indonesia.</p>
<p>POPULASI PENELITIAN (4)<br />
ILUSTRASI 2<br />
Tujuan penelitian: ingin menyelidiki pembelajaran organisasi dan kewirausahaan Etnis Tiongwha pada usaha kecil roti/kue.<br />
Populasi akses:  Seluruh keluarga pengusaha kecil kue/roti (yang termasuk dalam kode ISIC, international standart industrial classificasion, 1541 – manufacture of bakery products) Etnis Tiongwha di Kota Malang.<br />
Populasi target: Seluruh keluarga pengusaha kecil kue/roti (yang termasuk dalam kode ISIC, international standart industrial classificasion, 1541 – manufacture of bakery products) Etnis Tiongwha di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).</p>
<p><span id="more-40"></span>SAMPLE (1)<br />
Sampel: bagian dari populasi dan bersifat representatif terhadap populasi tersebut<br />
Misal rata-rata pendapatan per keluarga per bulan hasil penyelidikan terhadap populasi sebanyak 350 000 KK (rata-rata populasi) adalah Rp 1.245.000,-<br />
Sampel (350 KK) representatif : jika diperoleh rata-rata pendapatan per keluarga per bulan  Rp 1.155.000,- (misal berada dalam batas rata-rata populasi ± 1 SD, dekat dengan populasi).<br />
Sampel (350 KK) tidak representatif : jika diperoleh rata-rata pendapatan per keluarga per bulan  Rp 2.155.000,- (berada jauh dari rata-rata populasi).<br />
Probability sampling<br />
Pada penelitian kuantitatif:<br />
Sampel: large, repesentative, precise, control for extraneous variables, random selection .<br />
Metode sampling:  probability sampling<br />
Probability sampling:  setiap anggota populasi  berpeluang (tidak = 0) terpilih sebagai sampel.</p>
<p>Simple random sampling (1)<br />
Digunakan bilamana populasinya homogen.<br />
Tersedia kerangka sampel (sampling frame )<br />
Setiap anggota populasi mempunyai kesempatan sama untuk terpilih. Misalnya mengambil secara acak dari suatu daftar.<br />
Penarikan sampel tanpa batas: dengan  pengembalian<br />
Penarikan sampel terbatas: tanpa  pengembalian</p>
<p>Simple random sampling (2)<br />
KEBAIKAN:<br />
Cara penarikan sampel mudah dilakukan,  dengan cara lotre atau menggunakan  bilangan acak (random)<br />
Penduga nilai tengah (rata-rata) sampel  tidak bias<br />
Metode pendugaan sederhana dan mudah</p>
<p>Simple random sampling (3)<br />
KEKURANGAN:<br />
Sampel yang terpilih bisa berjauhan satau dengan yang lain, shingga diperlukan biaya dan waktu tambahan<br />
Diperlukan kerangka sampel<br />
Sampel yang terpilih dimungkinkan tidak mewakili populasi sesungguhnya<br />
PENGGUNAAN:<br />
Jika populasi tidak terhampar secara luas berdasarkan geografis<br />
Jika populasi agak homogen terkait dengan variabel yang diteliti.</p>
<p>Sistematic random sampling (1)<br />
Sampel diambil setiap selang tertentu (k=N/n),  di mana pada selang pertama dilakukan  pemilihan secara random<br />
Dapat digunakan pada populasi yang berkaitan  dengan dimensi waktu, misal pasien yang datang  ke rumah sakit, pengunjung supermaket,  penghuni hotel, dll.  Pada kondisi ini penentuan  besarnya k didasarkan pada fisibilitas  pengambilan sampelnya<br />
Juga dapat digunakan pada populasi yang  tersedia kerangka sampel.</p>
<p>Sistematic random sampling (2)<br />
KEBAIKAN:<br />
Penarikan sampel mudah, terutama pada  populasi yang berkait dengan waktu (pasien,  orang yang belanja, penghuni hotel, dll)<br />
Sampel yang terpilih terhampar pada seluruh  populasi<br />
Bisa lebih teliti daripada simple random  sampling</p>
<p>Sistematic random sampling (3)<br />
KELEMAHAN:<br />
Bilamana populasi mempunyai sifat berulang (musiman atau siklus), maka ketelitiannya akan rendah<br />
Kerangka sampel diperlukan<br />
PENGGUNAAN:<br />
Jika anggota populasi terletak secara teracak<br />
Jika kerangka sampel tersedia<br />
Jika populasi berkait dengan dimensi waktu, sehingga bersifat infinite dan tidak tersedia kerangka sampel secara lengkap, namun urutan anggota populasi dapat diidentifikasi.</p>
<p>Stratified random sampling (1)<br />
Populasi dibagi menjadi dua segmen atau lebih yang mutually exclusive yang disebut strata (lapisan), berdasarkan kategori-kategori dari satu atau lebih variabel yang relevan, baru kemudian dilakukan simple random sampling atau sistematic random sampling pada setiap strata.<br />
Masing-masing lapisan kondisinya homogen (seragam) dan antar lapisan heterogen<br />
Strata atau lapisan ini bisa berupa tingkatan (misal pendidikan SD, SLTP, SLTA dan PT) ataupun bukan tingkatan (misal petani, pedagang, pegawai)</p>
<p>Stratified random sampling (2)<br />
KEBAIKAN:<br />
Pembuatan lapisan terhadap populasi memberikan jamninan terhadap sampel yang representatif dan teliti<br />
Pelaksanaanya mudah dan menyenangkan</p>
<p>KEKURANGAN:<br />
Kerangka sampel masing-masing lapisan diperlukan atau harus tersedia urutan dari populasi<br />
Biaya (transportasi) besar jika populasi terhampar pada wilayah yang luas</p>
<p>Stratified random sampling (3)<br />
PENGGUNAAN:<br />
Jika populasi heterogen dan dapat dibuat  lapisan, dimana masing-masing lapisan  homogen<br />
Populasi tidak terhampar secara luas<br />
Jika persoalan penarikan sampel berbeda pada  setiap lapisan</p>
<p>Cluster sampling (1)<br />
Simple random sampling dan stratified random  sampling berasumsi ada sampling frame, yaitu  daftar lengkap dari anggota populasi. Kalau tidak  ada? Cluster sampling bisa digunakan.<br />
Populasi dibagi-bagi menjadi sekelompok  (gerombol) yang disebut clusters, biasanya  berdasarkan pembagian alami seperti lokasi,  golongan sosioekonomi, dsb.<br />
masing-masing gerombol dapat menggambarkan  keadaan populasi</p>
<p>Cluster sampling (2)<br />
Jika cluster berupa wilayah (area), ada yang menyebut area sampling<br />
Berbeda dengan stratified: stratified mengambil sampel dari tiap strata, cluster sampling tidak mengambil sampel dari tiap cluster, tetapi memilih  cluster sebagai sampel.<br />
Jika semua anggota cluster menjadi sampel single-stage cluster sampling. Jika suatu cluster terdiri dari clusters lagi dan sampel diambil dari clusters di bawahnya multistage cluster sampling.<br />
Primary sampling units secondary sampling units dst.</p>
<p>Cluster sampling (3)<br />
Kurang akurat dibandingkan dengan simple random sampling atau stratified random sampling untuk jumlah n yang sama.<br />
Akurasi dapat ditingkatkan dengan mengambil sampel dari cluster-cluster lain.</p>
<p>KEBAIKAN:<br />
Tidak diperlukan kerangka sampel yang berkait dengan elements, tetapi diperlukan kerangka sampel yang berkait dengan cluster (misal RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi)<br />
Biaya pendaftaran anggota populasi dapat berkurang<br />
Biaya transportasi berkurang</p>
<p>Cluster sampling (4)<br />
Kurang akurat dibandingkan dengan simple random sampling atau stratified random sampling untuk jumlah n yang sama.<br />
Akurasi dapat ditingkatkan dengan mengambil sampel dari cluster-cluster lain.<br />
KEKURANGAN:<br />
Cara analisis data sukar<br />
Biaya analisis data bertambah<br />
PENGGUNAAN:<br />
Populasi dapat membentuk cluster, umunya terkait dengan wilayah administratif atau geografis<br />
Populasi dibagi menjadi cluster, bila anggota populasi berbeda-beda sifatnya sesuai dengan yang diselidiki.</p>
<p>Multi-stage sampling (1)<br />
Penarikan sampel bertahap, pemilihan sampel dilakukan dua tahap atau lebih.<br />
Mula-mula populasi dibagi atas unit sampel (umunya berupa cluster) untuk pemilihan tahap pertama<br />
kemudian satuan- satuan terpilih pada tahap pertama dibagi lagi atas satuan (unit sample) untuk pemilihan tahap kedua, dan seterusnya sampai dengan beberapa tahap penarikan sampel dan kemudian dihentikan.<br />
Simple random samping atau Cluster Sampling juga bisa diterapkan pada setiap tahap,<br />
Bahkan nonprobablity sampling khususnya yang tidak pada tahap akhir.  Perlu diketahui bahwa untuk setiap tahap bisa menggunakan teknik sampling yang sama, dan juga bisa berbeda</p>
<p>Multi-stage sampling (2)<br />
KEBAIKAN:<br />
(1) Biaya transportasi rendah<br />
(2) Pelaksanaannya mudah<br />
KEKURANGAN:<br />
Bila unit-unit tahap pertama (sebelumnya) tidak berukuran sama, maka penggunaannya sukar<br />
Penarikan sampel ini memerlukan banyak perencanaan yang harus dilakukan sebelumnya.<br />
PENGGUNAAN:<br />
Jika populasi meliputi wilayah yang luas<br />
Jika daftar populasi yang terkait dengan elements tidak tersedia secara lengkap dan teliti, dan yang tersedia gugusan (unit)  yang lebih besar.</p>
<p>Sample size (4)<br />
Beberapa hal yang berkaitan dengan penentuan besar sampel:<br />
(a). Apabila karakteristik (variabel) yang diamati lebih dari satu, maka:<br />
Kumpulkan semua variabel yang berkenaan dengan survey<br />
Adakan prediksi tentang besar sampel berdasarkan masing-masing variabel dan untuk seluruh variabel.<br />
Besar sampelyang disarankan untuk dipilih adalah yang paling kecil.<br />
(b). Apabila tidak ada informasi sama sekali mengenai populasi, maka<br />
besar sampel dapat ditentukan secara proporsional terhadap populasi,<br />
misalnya 2, 5, 10, atau 50 % dari besar populasi (N).</p>
<p>(c). Pada kasus-kasus tertentu, untuk fisibilitas pelaksanaan penelitian,<br />
besar sampel dapat ditentukan secara quota (berdasarkan<br />
pertimbangan tertentu).</p>
<p>ILUSTRASI 1 (A)<br />
Judul Penelitian: Pengaruh Orientasi Pasar Dan Strategi Generik Terhadap Kinerja Perusahaan: Dengan Lingkungan Pemasaran Sebagai Variabel Moderator (Studi Empirik pada Industri Hotel Melati di Daerah Istimewa Yogyakarta).<br />
Elements :  hotel melati<br />
Unit sampel : hotel melati<br />
Populasi: adalah semua hotel melati yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdaftar dalam “Indonesia Yogyakarta: Petunjuk Wisata 2003”,  jumlah hotel melati pada tahun 2003 sebanyak 313.<br />
Kerangka Sampel: Daftar yang berisi seluruh hotel melati, sebanyak 313 yang tersebar di:  kota Yogyakarta 236 buah, Kabupaten Sleman 21 buah, Kawasan wisata Kaliurang 37 buah, Kabupaten Bantul 12 buah, Kabupaten  Gunungkidul 6 buah dan Kabupaten Kulon Progo 1 buah.</p>
<p>ILUSTRASI 1 (B)<br />
Teknik sampling:  dilakukan secara  proportional area random sampling<br />
Sample size:  175 hotel melati, merujuk pada Tabel 2.1<br />
Unit Obsevasi: respondennya adalah para manajer puncak biasanya juga para pemilik hotel</p>
<p>ILUSTRASI 2 (A)<br />
Judul Penelitian:  Sifat Wirausaha Pengaruhnya terhadap Pembelajaran dan Kompetensi Wiarausaha dan Pertumbuhan Usaha Kecil di jawa Timur.<br />
Elements: Usaha kecil di Jawa Timur.<br />
Populasi: Seluruh usaha kecil di Jawa Timur.  Berdasarkan Dinas Koperasi dan PKM Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2002 sebanyak 6,6 juta unit usaha.<br />
Teknik Sampling: Two-Stage Sampling; mengingat populasi yang sangat besar dan menyebar di seluruh wialayah Jawa Timur</p>
<p>ILUSTRASI 2 (B)<br />
Tahap I : Mengambil sampel berupa Wilayah (Kabupaten dan Kota)<br />
Unit sampel: kabupaten dan kota di Jawa Timur<br />
Kerangka Sampel: Dafar kabupaten / kota di Jawa Timur<br />
Teknik Sampling: Convenience sampling (merupakan nonprobability sampling), peneliti memilih sejumlah kabupaten dan kota yang conveniently (dengan baik sekali) dan atau readily (dengan mudah) serta available (tersedia).<br />
Sample size: Dipilih 3 Kabupaten dan 2 Kota sebagai sentra industri kecil</p>
<p>ILUSTRASI 2 (C)<br />
Tahap II : Mengambil sampel berupa Usaha Kecil<br />
Unit sampel: Usaha Kecil<br />
Kerangka Sampel: Daftar yang berisi nama usaha kecil di 3 kabupaten dan 2 kota yang telah terpilih sebagai sampel pada tahap I, misal terdapat 3.850.000 usaha kecil.<br />
Teknik Sampling: dilakukan secara  proportional area random sampling<br />
Sampel size: sebanyak 204 usaha kecil, dengan merujuk pada Tabel 2.2a. Kemudian dari 204 sampel tersebut didistribusikan ke 3 kabupaten dan 2 kota secara proporsional sesuai dengan banyaknya usaha kecil (populasi) di kabupaten / kota bersangkutan<br />
Unit observasi: Responden adalah manajer dan sekaligus pemilik usaha kecil.</p>
<p>Nonprobability Sampling<br />
Sampel dalam penelitian kualitatif:<br />
tidak dimaksudkan menarik generalisasi yang berlaku bagi seluruh populasi,<br />
melainkan diarahkan pada representasi terhadap suatu fenomena (sosial).<br />
bagaimana menemukan informan kuci (key informan)<br />
sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling<br />
bersifat tidak random, kurang adil (setiap anggota populasi berpeluang tidak sama untuk terambil menjadi sampel),<br />
penerapan statistika terhadap data yang diperoleh bersifat lemah</p>
<p>Namun demikian, metode nonprobability sampling juga bisa diterapkan pada penelitian kuantitatif<br />
Dalam banyak kasus, cara sampling ini lebih tepat atau praktis:<br />
Situasi di mana jumlah kasus yang bisa diteliti terlalu sedikit, misalnya karena biaya terlalu besar untuk menyelidiki banyak kasus (misalnya unit analisa kota, negara, atau yang besar-besar lainnya), sementara probability sampling kurang reliabel untuk jumlah kasus yang terlalu sedikit.<br />
Peneliti hanya bisa bekerja dengan kasus yang ada saja<br />
Penelitian pendahuluan, di mana tujuannya baru  mengumpulkan informasi mengenai gejala  (tujuan eksploratif), cukuplah menggunakan  nonprobability sampling, belum diperlukan  generalisasi statistik yang akurat.<br />
Kalau populasinya sendiri jumlah anggotanya  kecil (misalnya di bawah 100).</p>
<p>Convenience sampling (1)<br />
Nama lain: incidental, accidental, haphazard, fortuitous sampling<br />
Peneliti memilih sejumlah kasus yang conveniently (dengan baik sekali), readily (dengan mudah) atau available (tersedia).<br />
Metode ini cepat, mudah, dan murah.<br />
Kalau penelitian permasalahan baru, sebagai tahap awal dan generalisasi bukan masalah, metode ini bisa diterapkan.</p>
<p>Convenience sampling (2)<br />
Tapi karena sampel yang cuma  “sedapatnya”, tidak bisa ditentukan hasil  penelitian ini bisa diterapkannya ke mana,  kecuali ke sampel itu sendiri (tidak  menjamin representatif).</p>
<p>Purposive sampling (1)<br />
Sampel dipilih dengan ”pertimbangan” sesuai dengan tujuan (purpose) penelitian<br />
Peneliti menggunakan expert judgement untuk memilih sampel yang “representatif” atau “tipikal” dari populasi.<br />
Pertama, identifikasi sumber-sumber variasi yang penting dari populasi. Berikutnya memilih sampel sesuai sumber-sumber variasi tersebut.<br />
Teknik purposive sampling, biasanya untuk prediksi hasil pemilihan “presiden”, adalah memilih propinsi tertentu yang telah bertahun-tahun memprediksikan hasil penghitungan suara nasional secara tepat.</p>
<p>Purposive sampling (2)<br />
Misalnya kalau di propinsi A partai X menang maka diprediksikan dengan sangat yakin (keyakinan sebesar korelasi historisnya) bahwa secara nasional partai X bakal menang.<br />
Tetap kurang bisa diterima dibandingkan probability sampling jika diperlukan generalisasi yang tepat dan akurat. Tetapi kalau berbagai hal membatasi, ya boleh lah.<br />
Secara umum lebih “kuat” dibandingkan convenience sampling tapi sangat tergantung expert judgement-nya peneliti.<br />
Kelemahan utama: “informed selection” seperti itu memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai populasi.</p>
<p>Quota sampling (1)<br />
Quota sampling adalah sejenis purposive sampling yang ada kemiripan dengan proportionate stratified random sampling:<br />
Populasi dibagi-bagi menjadi strata yang relevan seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dsb.<br />
Proporsi tiap strata diperkirakan atau ditentukan berdasarkan data eksternal kemudian total sampel dibagi-bagi sesuai proporsi ke tiap strata (kuota).<br />
Untuk memenuhi jumlah sampel untuk tiap strata, peneliti menggunakan expert judgement-nya.</p>
<p>Quota sampling (2)<br />
Misalnya populasi 55% pria 45% wanita. Sampel 100 orang berarti 55 pria dan 45 wanita. Pemilihan sampelnya sendiri tergantung penilaian peneliti.<br />
Bedanya dengan stratified random sampling, sampel diambil secara acak sedangkan dalam quota sampling, sampelnya dipilih berdasarkan pendapat subjektif peneliti pokoknya kuotanya terpenuhi (bisa convenience sampling pada setiap strata).<br />
Total sampel juga a convenience sample tapi ada kemiripan dengan populasi dalam karakteristik-karakteristik penting tertentu (karena pembuatan stratanya).</p>
<p>Quota sampling (3)<br />
Bias peneliti sangat mempengaruhi: pemilihan teman sebagai sampel, milih lokasi yang nyaman, dan sebagainya.<br />
Keuntungan:<br />
tidak perlu membuat sampling frame<br />
kalau perlu konfirmasi tinggal cari lagi yang  baru asal kuota terpenuhi, tidak perlu  menghubungi responden yang telah  diwawancarai.<br />
Cepat, mudah dan murah.</p>
<p>Other Sampling Designs<br />
Referral sampling:<br />
Network sampling: responden diminta mengidentifikasi anggota2 dari target populasi yang ada hubungan dengan dirinya<br />
Snowball sampling: chain referral, responden diminta memberikan nama dan kontak kepada anggota lain dari target populasi. Pertama dipilih sampel inisial, umumnya dilakukan secara accidental (random).  Asumsinya sesama anggota saling mengenal. Misalnya: hackers.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-sampling/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-sampling%2F&amp;t=metode%20penelitian%20sampling" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-sampling%2F&amp;title=metode%20penelitian%20sampling&amp;annotation=POPULASI%20PENELITIAN%20%281%29%0D%0AKeseluruhan%20unit%20sampel%20yang%20berada%20dalam%20suatu%20batasan%2C%20dimana%20generalisasi%20penelitian%20akan%20berlaku%20padanya.%0D%0ABatasan%20Populasi%0D%0ADimensi%20ruang%0D%0ADimensi%20ketercakupan%0D%0ADimensi%20Waktu%0D%0ADapat%20salah%20satu%2C%20atau%20kombinasi%20diantara%20ke" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-sampling%2F&amp;title=metode%20penelitian%20sampling&amp;bodytext=POPULASI%20PENELITIAN%20%281%29%0D%0AKeseluruhan%20unit%20sampel%20yang%20berada%20dalam%20suatu%20batasan%2C%20dimana%20generalisasi%20penelitian%20akan%20berlaku%20padanya.%0D%0ABatasan%20Populasi%0D%0ADimensi%20ruang%0D%0ADimensi%20ketercakupan%0D%0ADimensi%20Waktu%0D%0ADapat%20salah%20satu%2C%20atau%20kombinasi%20diantara%20ke" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-sampling%2F&amp;title=metode%20penelitian%20sampling&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=POPULASI%20PENELITIAN%20%281%29%0D%0AKeseluruhan%20unit%20sampel%20yang%20berada%20dalam%20suatu%20batasan%2C%20dimana%20generalisasi%20penelitian%20akan%20berlaku%20padanya.%0D%0ABatasan%20Populasi%0D%0ADimensi%20ruang%0D%0ADimensi%20ketercakupan%0D%0ADimensi%20Waktu%0D%0ADapat%20salah%20satu%2C%20atau%20kombinasi%20diantara%20ke" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=metode%20penelitian%20sampling%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-sampling%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-sampling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>metode penelitian metris</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-metris/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-metris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Pengertian Penelitian
Dalam kamus Bahasa Indonesia, kata penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan (pemeriksaan atau pengusutan) sedangkan kata menyelidiki berarti memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat atau menelaah (mempelajari) dengan sungguh-sungguh, maka kata penelitian dan penyelidikan dianggap bersinonim.
Kata penyelidikan atau penelitian sebagai padanan kata research dalam bahasa Inggris, dimana “re : kembali  dan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENDAHULUAN</p>
<p>Pengertian Penelitian<br />
Dalam kamus Bahasa Indonesia, kata penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan (pemeriksaan atau pengusutan) sedangkan kata menyelidiki berarti memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat atau menelaah (mempelajari) dengan sungguh-sungguh, maka kata penelitian dan penyelidikan dianggap bersinonim.</p>
<p>Kata penyelidikan atau penelitian sebagai padanan kata research dalam bahasa Inggris, dimana “re : kembali  dan “to search” : mencari, secara harafiah arti dari research adalah mencari kembali.</p>
<p>Penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu terhadap sesuatu / masalah dengan perlakuan tertentu sehingga diperoleh sesuatu, seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban, pengembangan ilmu pengetahuan dan lain-lain. Kegiatan penelitian ini banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dikalangan akademi maupun non akademi misal : perusahaan-perusahaan, atas dasar tersebut diperlukan adanya sesuatu metode terhadap penelitian tersebut sehinggan dapat cepat, tepat dan akurat.</p>
<p>Beberapa penulis/ahli berikut ini memberikan arti dari penelitian, adalah sebagai berikut :</p>
<p>F.L. Whitney<br />
Penelitian adalah suatu proses yang hasilnya merupakan kebenaran</p>
<p>T.Hillway<br />
Penelitian adalah suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat mengenai masalah tersebut.</p>
<p>Perasons<br />
Penelitian adalah pencarian atas sesuatu secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.</p>
<p>Kamus Webter’s New International<br />
Penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam usaha untuk mencari fakta-fakta dan prinsip-prinsip</p>
<p>Ibnu Subiyanto<br />
Penelitian adalah proses pencarian kebenaran atau pembuktian terhadap fenomena (gejala) yang dihadapi melalui prosedur kerja tertentu</p>
<p>Sugiyono<br />
Penelitian adalah merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan dengan tujuan dan kegunaan tertentu</p>
<p>Hermawan Wasito<br />
Penelitian adalah usaha untuk memperoleh fakta atau prinsip cara mengumpulkan dan menganalisa data atau informasi yang dilaksanakan dengan teliti, jelas, dan sistematis serta dapat dipertanggung jawabkan</p>
<p><span id="more-28"></span>Dari arti penelitian diatas, 4 komponen komponen yang dapat terlihat dalam penelitian, yaitu :</p>
<p>Ada rasa ingin tahu dari manusia<br />
Ada sesuatu / masalah<br />
Ada proses atau usaha untuk menyelesaikan sesuatu / masalah tersebut<br />
Ada hasil, seperti mencapai kebenaran</p>
<p>Jenis-Jenis Penelitian</p>
<p>Penelitan dapat dibagi/dogolongkan kedalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, yaitu sebagai berikut :</p>
<p>Penelitian dasar (basic research)<br />
Penelitian terapan (applied reseach)</p>
<p>b.2. Berdasarkan Bidang yang diteliti<br />
Penelitian Sosial<br />
Penelitian Eksata</p>
<p>b.3. Berdasarkan Tempat Penelitian<br />
Penelitian Lapangan (field research)<br />
Penelitian Kepustakaan (library research)<br />
Penelitian Laboratorium (laboratory research)</p>
<p>b.4. Berdasarkan Teknik yang digunakan<br />
Penelitian Survey (survey research)<br />
Penelitian Percobaan (experimen research)</p>
<p>b.5. Berdasarkan Keilmiahannya<br />
Penelitihan Ilmiah<br />
Penelitian Non Ilmiah</p>
<p>b.6. Berdasarkan spesialisasi bidang (ilmu)<br />
Penelitian bisnis<br />
Penelitian Komunikasi<br />
Penelitian Hukum<br />
Penelitian Pertanian<br />
Penelitian Ekonomi<br />
Dll</p>
<p>Tujuan dan Peranan Penelitian</p>
<p>Tujuan penelitian secara umum mempunyai 4 tujuan utama, yaitu :</p>
<p>Tujuan Exploratif (tujuan penemuan),<br />
Menemukan sesuatu (pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu</p>
<p>Tujuan Verifikatif (tujuan pengujian)<br />
Menguji kebenaran sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada</p>
<p>Tujuan Developmental (tujuan pengembangan)<br />
Mengembangkan sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada</p>
<p>Tujuan Penulisan Karya Ilmiah<br />
Pembuatan skrisi, tesis dan disertasi</p>
<p>METODE PENELITIAN</p>
<p>Pengertian Metode Penelitian</p>
<p>Metode Penelitian adalah tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan, dimana Metode asal kata dari methods  yang artinya tata cara.</p>
<p>Namun demikian banyak orang yang mencampur adukan Metode Penelitian dengan Prosedur Penelitian dan Teknik Penelitian. Ketiganya berbeda arti, berikut ini digambarkan point-point yang penting bagi ketiganya, yaitu :</p>
<p>Metode Penelitian : Membicarakan tentang tata cara pelaksanaan dilaksanakan<br />
Prosedur Penelitian : Memberikan urutan kerja penelitian<br />
Teknik Penelitian : Membicarakan mengenai alat-alat yang digunakan dalam dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian<br />
Sehingga Metode Penelitian melingkupi prosedur dan teknik penelitian</p>
<p>3 (tiga) hal yang perlu dilakukan untuk melakukan penelitian, menurut Nazir (1988), adalah sebagai berikut :</p>
<p>Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian ??<br />
Alat-alat apakah yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data ??<br />
Bagaimana melakukan penelitian tersebut ??</p>
<p>Contoh :</p>
<p>Dalam suatu penelitian yang dibahas didalamnya adalah :</p>
<p>Maka yang dibicarakan tersebut adalah : Teknik Penelitian</p>
<p>Maka yang dibicarakan tersebut adalah : Metode Penelitian</p>
<p>Jenis-jenis Metode Penelitian</p>
<p>b.1. Metode Historis<br />
Metode Historis (historis = berhubungan dengan sejarah) bertujuan untuk merekontruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi untuk dipertahankan.<br />
Dengan demikian metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman dimasa lampau dan menimbang secara teliti terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.<br />
b.2. Metode Deskriptif</p>
<p>Metode deskriptif melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, Metode deskriptif pada hakekatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori, yang lebih dititikberatkan adalah observasi dan suasana alamiah, dimana dalam hal ini peneliti sebagai pengamat.</p>
<p>Metode deskriptif bertujuan untuk :<br />
Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada,<br />
Mengidentifikasi masalah serta memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku<br />
Membuat perbandingan atau evaluasi<br />
Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang</p>
<p>Pada penelitian dengan metode deskriptif ini disyaratkan sebagai berikut :<br />
Peneliti harus bersifat represif : selalu mencari bukan menguji<br />
Peneliti harus memiliki kekuatan integratif : menyatukan informasi yang diterima menjadi satu kesatuan penafsiran</p>
<p>b.3. Metrode Korelasi</p>
<p>Pada dasarnya metode korelasi adalah kelanjutan dari metode deskriftif, dimana pada metode korelasi ini yang dijelaskan adalah hubungan dari variabel yang digunakan, jadi metode korelasi adalah mencari hubungan diantara variabel-variabel yang diteliti.<br />
Korelasi yang terjadi antara dua atau lebih variabel dapat berupa, hal-hal sebagai berikut :<br />
Korelasi Positif : Korelasi antara dua variabel yang sangat erat, dimana jika variabel satu meningkat, maka yang lain juga meningkat atau sebaliknya.<br />
Korelasi Negatif : Korelasi antara dua variabel, dimana jika variabel satu meningkat, maka yang lain cenderung turun atau sebaliknya.<br />
Tidak ada Korelasi : Kedua variabel tidak mempunyai atau menunjukan hubungan antara keduanya.</p>
<p>b.4. Metode Eksperimental</p>
<p>Metode eksperimen meiliki tiga ciri, yaitu sebagai berikut :<br />
Manipulasi : Mengubah secara sistematis keadaan tertentu<br />
Observasi : Mengamati dan mengukur hasil manipulasi<br />
Kontrtol : Mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya manipulasi</p>
<p>Kontrol adalah kunci dari eksperimental, sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan.<br />
Metode eksperimental ditujukan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel pada satu atau lebih kelompok eksperimental.</p>
<p>Manfaat Metode Penelitian</p>
<p>Manfaat dari diketahuinya metode penelitian, antara lain :<br />
Mengetahui arti pentingnya penelitian<br />
Menilai hasil-hasil penelitian<br />
Dapat melahirkan sikap pola pikir yang skeptik, kritik dan kreatif<br />
Dapat menyusun / membuat skripsi/tesis/disertasi secara baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada (khusus pada mahasiswa)</p>
<p>Teknik Penelitian</p>
<p>Teknik penelitian adalah penggunaan alat dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data. Jadi yang dibicarakan dalam teknik penelitian meliputi pengukuran dalam penelitian dan alat-alat pengumpulan data.</p>
<p>d.1. Pengukuran dalam penelitian</p>
<p>Skala/tingkat pengukuran<br />
Peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran, skala dalam pengukuran dapat dibedakan menjadi 4 bagian :<br />
Skala Nominal<br />
Skala Ordinal<br />
Skala Interval<br />
Skala Rasio<br />
Syarat-syarat pengukuran<br />
Relibilitas<br />
Validitas</p>
<p>d.2. Alat-alat pengumpulan data</p>
<p>Alat-alat dalam pengumpulan data dapat disebut juga denga instrumen pengumpulan data yang dapat berupa :<br />
Tes atau soal tes<br />
Kuesioner atau angket<br />
Check List<br />
Pedoman Wawancara<br />
Pedoman Dokumentasi</p>
<p>Prosedur Penelitian</p>
<p>Secara garis besar tahapan dalam prosedur penelitian adalah :</p>
<p>Tahapan Perencanaan Penelitian<br />
Tahap Pelaksanaan Penelitian<br />
Tahapan Penulisan Penelitian</p>
<p>Pada 3 tahapan tersebut diatas dapat dikembangkan menjadi :</p>
<p>Mendefinisikan dan merumuskan masalah<br />
Melakukan studi kepustakaan<br />
Merumuskan hipotesis<br />
Menentukan model / desain penelitian<br />
Mengumpulkan data<br />
Mengolah dan menyajikan informasi<br />
Menganalisis dan meninterpretasikan<br />
Membuat generalisasi dan kesimpulan<br />
Membuat Laporan - diterangkan lebih lanjut</p>
<p>MASALAH, JUDUL DAN TUJUAN PENELITIAN</p>
<p>a.2. Ciri-ciri Masalah Penelitian</p>
<p>Menurut Kerlinger (1986 : 29)<br />
Harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih<br />
Harus dinyatakan secara jelas dalam bentuk pertanyaan<br />
Masalah dan pernyataan harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya kemungkinan pengujian empiris. Suatu masalah yang tidak memuat implikasi pengujian hubungan atau hubungan-hubungan yang dinyatakannya, bukan masalah penelitian</p>
<p>Menurut Mazir (1983 : 134)<br />
Harus harus mempunyai nilai penelitian.<br />
Harus mempunyai fisibilitas (masalah tersebut dapat dipecahkan)<br />
Harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti</p>
<p>a.3. Sumber Masalah Penelitian</p>
<p>Sumber-sumber dimana masalah dapat diperoleh menurut Nazir (1983 : 140) adalah sebagai berikut :</p>
<p>Pengamatan terhadap kegiatan manusia<br />
Pengamatan terhadap alam semesta<br />
Bacaan<br />
Ulangan serta perluasan penelitian<br />
Cabang studi yang sedang dikembangkan<br />
Pengalaman dan catatan pribadi<br />
Praktek serta keinginan masyarakat<br />
Bidang Spesialisasi<br />
Pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti<br />
Analisis bidang pengetahuan<br />
Diskusi-diskusi ilmiah<br />
Perasaan intusi<br />
a.4. Jenis-jenis Permasalahan Penelitian</p>
<p>Jenis permasalahan yang dapat diteliti adalah sebagai berikut :<br />
Permasalah status dan deskripsi fenomena sosial<br />
Permasalahan komparasi<br />
Permasalahan korelasi</p>
<p>a.5. Kerangka Permasalahan Penelitian</p>
<p>Penelitian dampak sosial<br />
Masalah diungkapkan dengan menunjukan masalah sosial yang sedang terjadi, yang memerlukan perhatian, penafsiran dan penyelesaian. Dalam penelitian ini masalah mengungkapkan perkiraan situasi, sinyalemen mengenai gejala-gejala yang terjadi.</p>
<p>Penelitian teroritis<br />
Masalah merujuk pada suatu teori atau salah satu aspek teori yang tidak memuaskan kita. Masalah dinyatakan dengan hukum-hukum sosial yang menjelaskan hubungan diantara berbagai gejala sosial. Rumusan malahnya digunakan kata-kata “ sejauh mana…..”</p>
<p>Penelitian historis</p>
<p>Penelitian evaluasi<br />
Menjelaskan apa yang akan dievaluasi dan mengapa evaluasi itu penting untuk pengambilan keputusan.</p>
<p>Penelitian khusus<br />
Masalah mengungkapkan suatu proses, menjelaskannya dan menunjukan maknanya bagi ilmu, masyarakat atau kemanusiaan.</p>
<p>Judul Penelitian</p>
<p>Judul Penelitian merupakan merupakan identitas atau cerminan dari sebuah penelitian yang merupakan sebuah kalimat dan hanya satu kalimat pernyataan dengan ciri : kongkrit, jelas, singkat, deskriftif dan tidak terlalu puitis atau bombastis.</p>
<p>Judul penelitian hendaknya bersifat menjelaskan diri dan menarik, dengan membaca judul maka orang langsung dapat menduga apa materi atau masalahnya, obyeknya, metode dan tujuan serta kegunaannya atau disebut sebagai framework.</p>
<p>Dasar utama merumuskan judul untuk sebuah penelitian adalah sebagai berikut :<br />
Mengetahui status sesuatu<br />
Membandingkan status dua fenomena atau lebih<br />
Mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua fenomena atau lebih</p>
<p>Sedangkan unsur-unsur dalam rumusan judul penelitian diharapkan mencakup :<br />
Sifat dan Jenis Penelitian<br />
Obyek yang diteliti<br />
Subyek Penelitian<br />
Lokasi / daerah waktu penelitian<br />
Tahun / waktu terjadinya peristiwa</p>
<p>Rumusan Masalah<br />
Setelah masalah dibuatkan judulnya, selanjutnya dibuatkan rumusan masalahnya, rumusan masalah adalah pernyataan singkat suatu masalah yang akan diteliti.</p>
<p>Cara membuat rumusan masalah :<br />
Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan<br />
Harus jelas dan padat<br />
Harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah,<br />
Harus merupakan dasar dalam hipotesis</p>
<p>Yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut :<br />
Rumusan masalah sebaiknya tidak dibuat dari masalah yang berkaitan tentang etika atau moral, sebab pertanyaan-pertanyaan tentang nilai dan value judgement tidak bisa dijawab secara ilmiah<br />
Hidarkan rumusan masalah yang masalahnya bersangkutan dengan metodologi penelitian.</p>
<p>Tujuan yang penting dalam dari rumusan masalah adalah sebagai berikut :</p>
<p>Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang<br />
Merumuskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal baru<br />
Meletakan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya<br />
Memenuhi keniginan sosial<br />
Menyediakan sesuatu yang bermanfaat</p>
<p>Tujuan Penelitian</p>
<p>Dalam menuliskan tujuan penelitian, ada beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan dapat dinilai atau dikatakan baik, yaitu :</p>
<p>Spesifik<br />
Terbatas<br />
Dapat diukur<br />
Dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian</p>
<p>A. PENGERTIAN DATA DAN JENISNYA</p>
<p>Dapat digambarkan lewat angka, simbol, kode dan lain-lain.</p>
<p>Data perlu dikelompokan, pengelompokan data dapat dibagi menjadi :<br />
Sumber Pengambilannya<br />
Data Primer<br />
Data Sekunder</p>
<p>Waktu Pengumpulannya<br />
Data Berkala (time series)<br />
Kerat Lintang (cross section)</p>
<p>Menurut Sifatnya<br />
Data Kualitatif<br />
Data Kuantitatif</p>
<p>Menurut Tingkat Pengukurannya<br />
Data Nominal<br />
Data Ordinal<br />
Data Interval<br />
Data Rasio</p>
<p>Beberapa kegiatan pengumpulan data, adalah sebagai berikut :</p>
<p>Angket Terbuka (opened questionare)<br />
Angket Tertutup (closed questionare)<br />
Angket Semi Terbuka (semi opened questionare)<br />
2. Wawancara (interview)<br />
Wawancara berstruktur<br />
Wawancara tidak berstruktur</p>
<p>3. Observasi<br />
3.1. Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan<br />
Observasi berstruktur<br />
Observasi tak berstruktur</p>
<p>3.2. Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan seseorang<br />
Observasi partisipan<br />
Observasi tak partisipan</p>
<p>Komponen-komponen observasi :</p>
<p>4. Studi Dokumentasi</p>
<p>Studi dolumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen (dapat berupa buku harian /otobiograpi, catatan kasus dalam pekerjaan sosial atau dokumen lainnya.</p>
<p>5. Analisis Isi</p>
<p>5.1. Sensus</p>
<p>5.2. Sampling</p>
<p>Definisi analisa data dapat diuraikan sebagai berikut :</p>
<p>Menurut Patton (1980)<br />
Analisa Data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.</p>
<p>Menurut Bogdan dan Taylor (1975)<br />
Analisa Data adalah proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu</p>
<p>Menurut Lexy J. Moleong (2000)<br />
Analisa Data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.</p>
<p>Dari definisi tersebut diatas, analisa data dapat diartikan sebagai berikut :</p>
<p>D. TUJUAN ANALISIS DATA</p>
<p>Tujuan analisa data, antara lain sebagai berikut :</p>
<p>2. Memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian</p>
<p>3. Untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian</p>
<p>4. Bahan untuk membuat keseimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.</p>
<p>E. ALAT ANALISIS DATA</p>
<p>Alat yang dapat digunakan dalam analisa data penelitian dapat dibedakan atas, hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>1. Metode Statistik<br />
Memungkinkan deskripsi tentang sesuatu secara eksak, simbol lebih efisien dari pada bahasa verbal<br />
Dapat menetapkan sampai tingkat mana kesimpulan itu benar<br />
Dapat memberikan kesimpulan lebih berarti, ringkas karena memberikan aturan-aturan tertentu<br />
Memungkinkan mengadakan ramalan</p>
<p>2. Alat Analisis nonstatistik<br />
2.1. Analisis input-output<br />
2.2. Analisis keuangan<br />
2.3. Analisis persamaan laba<br />
2.4. Analsis penilaian prestasi</p>
<p>Dari beberapa uraian diatas, maka data-data yang kita peroleh perlu dilakukan pengolahan data, yaitu : suatu proses dalam memperoleh data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan cara-cara atau rumusan-rumusan tertentu.</p>
<p>Pengolahan data meliputi kegiatan, sebagai berikut :</p>
<p>1. Editting<br />
Pengecekan atau pengoreksian data yang telah dikumpulkan, karena kemungkinan data yang masuk/terkumpul tidak logis dan meragukan, oleh karena :</p>
<p>a. Dipenuhi atau tidaknya instruksi sampling<br />
b. Dapat dibaca atau tidak<br />
c. Kelengkapan pengisian<br />
d. Konsistensi<br />
e. Dapat atau tidak untuk dipahami</p>
<p>Coding<br />
Pemberian /pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama. Kode adalah isyarat yang dibuat dalam bentuk angka-angka/huruf-huruf yang memberikan petunjuk, atau identitas pada suatu informasi atau data yang dianalisa.</p>
<p>Tabulasi<br />
Membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode, sesuai dengan analisa yang dibutuhkan.</p>
<p>Langkah selanjutnya setelah pengolahan data, adalah menyajikan / penyajian data penelitian baik dalam bentuk tabel data maupun grafik data, penyajian data adalah: Penampilan data yang sudah diolah tersebut kedalam bentuk-bentuk tertentu.</p>
<p>Kegunaan penyajian data ini antara lain :</p>
<p>1. Menunjukan perkembangan suatu keadaan<br />
2. Mengadakan Perbandingan pada suatu waktu</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-metris/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-metris%2F&amp;t=metode%20penelitian%20metris" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-metris%2F&amp;title=metode%20penelitian%20metris&amp;annotation=PENDAHULUAN%0D%0A%0D%0APengertian%20Penelitian%0D%0ADalam%20kamus%20Bahasa%20Indonesia%2C%20kata%20penelitian%20diartikan%20sebagai%20pemeriksaan%20yang%20teliti%20atau%20penyelidikan%20%28pemeriksaan%20atau%20pengusutan%29%20sedangkan%20kata%20menyelidiki%20berarti%20memeriksa%20dengan%20teliti%2C%20mengusut%20dengan%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-metris%2F&amp;title=metode%20penelitian%20metris&amp;bodytext=PENDAHULUAN%0D%0A%0D%0APengertian%20Penelitian%0D%0ADalam%20kamus%20Bahasa%20Indonesia%2C%20kata%20penelitian%20diartikan%20sebagai%20pemeriksaan%20yang%20teliti%20atau%20penyelidikan%20%28pemeriksaan%20atau%20pengusutan%29%20sedangkan%20kata%20menyelidiki%20berarti%20memeriksa%20dengan%20teliti%2C%20mengusut%20dengan%20" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-metris%2F&amp;title=metode%20penelitian%20metris&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=PENDAHULUAN%0D%0A%0D%0APengertian%20Penelitian%0D%0ADalam%20kamus%20Bahasa%20Indonesia%2C%20kata%20penelitian%20diartikan%20sebagai%20pemeriksaan%20yang%20teliti%20atau%20penyelidikan%20%28pemeriksaan%20atau%20pengusutan%29%20sedangkan%20kata%20menyelidiki%20berarti%20memeriksa%20dengan%20teliti%2C%20mengusut%20dengan%20" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=metode%20penelitian%20metris%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fmetode-penelitian-metris%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/metode-penelitian-metris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>filosofi penelitian</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/filosofi-penelitian/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/filosofi-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 01:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Meneliti?
Ingin Manusia  Mencari  Kebenaran
Telah Terjadi  Proses  Sekularisasi  Alam
Ditemukan Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran
Books Reference
Wardiyanta, (2006). Metode Penelitian Pariwisata, Jogjakarta:Andi
Agung Ngurah I Gusti, (2005). Manajemen Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Grafindo Persada
Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran
Secara  kebetulan
Trial  And  Error
Melalui  Otoritas
Berpikir  [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa Meneliti?<br />
Ingin Manusia  Mencari  Kebenaran<br />
Telah Terjadi  Proses  Sekularisasi  Alam<br />
Ditemukan Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran</p>
<p>Books Reference<br />
Wardiyanta, (2006). Metode Penelitian Pariwisata, Jogjakarta:Andi<br />
Agung Ngurah I Gusti, (2005). Manajemen Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Grafindo Persada</p>
<p>Berbagai  Cara  Mencari  Kebenaran<br />
Secara  kebetulan<br />
Trial  And  Error<br />
Melalui  Otoritas<br />
Berpikir  Kritis/Berdasarkan  Pengalaman<br />
Melalui  Penyelidikan  Ilmiah</p>
<p>PENGANTAR:APAKAH PENELITIANITU?<br />
Pengertian yang salah tentang Penelitian<br />
Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)<br />
Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain<br />
Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi<br />
Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.</p>
<p>Pengertian yang benar tentang  Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian<br />
Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.<br />
Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.<br />
Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.<br />
Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.<br />
Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.<br />
Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.<br />
Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.<br />
Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,</p>
<div id="attachment_33" class="wp-caption alignnone" style="width: 297px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/bagan-penelitian.png"><img class="size-medium wp-image-33" title="bagan-penelitian" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/bagan-penelitian-287x300.png" alt="Bagan Penelitian" width="287" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bagan Penelitian</p></div>
<p>Macam Tujuan Penelitian<br />
1)       eksplorasi (exploration)<br />
2)       deskripsi (description)<br />
3)       prediksi (prediction)<br />
4)       eksplanasi (explanation)  dan<br />
5)       aksi (action).</p>
<p>Hubungan Penelitian dengan  Perancangan<br />
Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge.<br />
Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain.<br />
Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.</p>
<p><span id="more-32"></span>Ragam Penelitian menurut Bidang  Ilmu<br />
Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan  antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan.  Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain  ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas- fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia,  Geofosika), Biologi, dan Geografi.<br />
Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika).</p>
<p>Ragam Penelitian menurut  Pembentukan Ilmu<br />
Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif  atau penelitian deduktif. Diterangkan secara  sederhana, penelitian induktif adalah penelitian  yang menghasilkan teori atau hipotesis,  sedangkan penelitian deduktif merupakan  penelitian yang menguji (mengetes) teori atau  hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21).</p>
<p>Ragam Penelitian menurut Bentuk  data (kuantitatif atau kualitatif)<br />
Macam penelitian dapat pula dibedakan dari  “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data  kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif  diartikan sebagai data yang berupa angka  yang dapat diolah dengan matematika atau  statistik, sedangkan data kualitatif adalah  sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka  yang dapat diolah dengan matematika atau  statistik).</p>
<p>Ragam Penelitian menurut  Paradigma Keilmuan<br />
Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi.</p>
<div id="attachment_35" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/macam-penelitian.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-34" title="macam-penelitian" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/macam-penelitian-300x243.png" alt="macam-penelitian" width="300" height="243" /></a><p class="wp-caption-text">Macam Penelitian</p></div>
<p>Ragam Penelitian menurut Strategi  (Opini, Empiris, Arsip, Logika  internal)<br />
Penelitian Opini<br />
Penelitian Empiris<br />
Penelitian Kearsipan<br />
Penelitian Analitis</p>
<p>Penelitian Opini<br />
Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi  orang-orang terhadap suatu permasalahan,  maka ia melakukan penelitian opini. Orang- orang tersebut dapat merupakan kelompok  atau perorangan (jadi domain -nya dapat  berupa kelompok atau individual).<br />
Penelitian Empiris</p>
<div id="attachment_36" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/penelitian-empiris.png"><img class="size-medium wp-image-36" title="penelitian-empiris" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/penelitian-empiris-300x91.png" alt="Penelitian Empiris" width="300" height="91" /></a><p class="wp-caption-text">Penelitian Empiris</p></div>
<p>Penelitian Kearsipan<br />
“Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai  rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan  tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder,  dan (3) fisik.</p>
<p>Penelitian Analitis<br />
Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika.</p>
<p>Ragam Penelitian menurut Lain-lain<br />
Ragam Penelitian menurut pendekatan— sumber: Arikunto (1998: 9-10)<br />
a.  Penelitian dengan pendekatan longitudinal  (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan  dengan waktu)<br />
b.  Penelitian dengan pendekatan penampang- silang (cross-sectional —yaitu banyak obyek  penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).</p>
<p>Ragam Penelitian menurut Lain-lain<br />
Ragam Penelitian—sumber: Suryabrata (1983: 15-64)<br />
Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)<br />
Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu)<br />
Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu)<br />
Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek)<br />
Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi)<br />
Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali)<br />
Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian)<br />
Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding)<br />
Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).</p>
<p>Menurut Yin</p>
<div id="attachment_37" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/menurut-yin.png"><img class="size-medium wp-image-37" title="menurut-yin" src="http://cuplis.net/wp-content/uploads/2009/03/menurut-yin-300x173.png" alt="Yin" width="300" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Yin</p></div>
<p>Ragam Penelitian &amp; Syarat  penelitian<br />
Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda.<br />
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat:<br />
1) SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan<br />
2) OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)<br />
Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis, dan jujur.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/filosofi-penelitian/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Ffilosofi-penelitian%2F&amp;t=filosofi%20penelitian" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Ffilosofi-penelitian%2F&amp;title=filosofi%20penelitian&amp;annotation=Kenapa%20Meneliti%3F%0D%0AIngin%20Manusia%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0ATelah%20Terjadi%20%20Proses%20%20Sekularisasi%20%20Alam%0D%0ADitemukan%20Berbagai%20%20Cara%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0A%0D%0ABooks%20Reference%0D%0AWardiyanta%2C%20%282006%29.%20Metode%20Penelitian%20Pariwisata%2C%20Jogjakarta%3AAndi%0D%0AAgung%20Ngurah%20I%20Gusti%2C%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Ffilosofi-penelitian%2F&amp;title=filosofi%20penelitian&amp;bodytext=Kenapa%20Meneliti%3F%0D%0AIngin%20Manusia%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0ATelah%20Terjadi%20%20Proses%20%20Sekularisasi%20%20Alam%0D%0ADitemukan%20Berbagai%20%20Cara%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0A%0D%0ABooks%20Reference%0D%0AWardiyanta%2C%20%282006%29.%20Metode%20Penelitian%20Pariwisata%2C%20Jogjakarta%3AAndi%0D%0AAgung%20Ngurah%20I%20Gusti%2C%20" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Ffilosofi-penelitian%2F&amp;title=filosofi%20penelitian&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=Kenapa%20Meneliti%3F%0D%0AIngin%20Manusia%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0ATelah%20Terjadi%20%20Proses%20%20Sekularisasi%20%20Alam%0D%0ADitemukan%20Berbagai%20%20Cara%20%20Mencari%20%20Kebenaran%0D%0A%0D%0ABooks%20Reference%0D%0AWardiyanta%2C%20%282006%29.%20Metode%20Penelitian%20Pariwisata%2C%20Jogjakarta%3AAndi%0D%0AAgung%20Ngurah%20I%20Gusti%2C%20" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=filosofi%20penelitian%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Ffilosofi-penelitian%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/filosofi-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ada apa dengan kedua hp nokiaku</title>
		<link>http://cuplis.net/2009/03/ada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku/</link>
		<comments>http://cuplis.net/2009/03/ada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 01:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cuplis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Black Community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cuplis.net/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[kejadian ini baru kusadari semalam. aku punya 2 hp (kedua2nya nokia). kronologi kejadiannya begini :

hp A ada dalam kondisi silent dan hp B ada dalam kondisi normal. kedua hp aku letakkan pada tempat yang sama (pada saku jaket).
sekitar pukul 20.35 kedua hpku bergetar dan tentu saja nada dering hp B berbunyi. anggap saja seorang teman [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kejadian ini baru kusadari semalam. aku punya 2 hp (kedua2nya nokia). kronologi kejadiannya begini :</p>
<ol>
<li>hp A ada dalam kondisi silent dan hp B ada dalam kondisi normal. kedua hp aku letakkan pada tempat yang sama (pada saku jaket).</li>
<li>sekitar pukul 20.35 kedua hpku bergetar dan tentu saja nada dering hp B berbunyi. anggap saja seorang teman (R) menelpon.</li>
<li>panggilan hp A aku jawab sekitar pukul 20.37. pada saat yang bersamaan nada dering B berhenti.</li>
<li>panggilan dengan R di hp A aku tutup setelah ngobrol selesai.</li>
<li>segera aku cek di hp B untuk mengetahui siapa yang menelpon.</li>
<li>setelah di cek, berdasar informasi register panggilan  di B ada 1 panggilan diterima dan telah diakhiri. panggilan tsb datang dari R yang aku terima di hp B pada pukul 20.37.</li>
<li>dan pertanyaannya adalah kedua hp atau nomor hp-ku memiliki hubungan batin?</li>
</ol>
<p>tetap semangat!!</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://cuplis.net/2009/03/ada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku/" /></p>
<div class="sociable">
<div class="sociable_tagline">
<strong>Bookmarks:</strong>
</div>
<ul>
	<li class="sociablefirst"><a rel="nofollow"  href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku%2F&amp;t=ada%20apa%20dengan%20kedua%20hp%20nokiaku" title="Facebook"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku%2F&amp;title=ada%20apa%20dengan%20kedua%20hp%20nokiaku&amp;annotation=kejadian%20ini%20baru%20kusadari%20semalam.%20aku%20punya%202%20hp%20%28kedua2nya%20nokia%29.%20kronologi%20kejadiannya%20begini%20%3A%0D%0A%0D%0A%09hp%20A%20ada%20dalam%20kondisi%20silent%20dan%20hp%20B%20ada%20dalam%20kondisi%20normal.%20kedua%20hp%20aku%20letakkan%20pada%20tempat%20yang%20sama%20%28pada%20saku%20jaket%29.%0D%0A%09sekitar%20pukul%202" title="Google Bookmarks"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku%2F&amp;title=ada%20apa%20dengan%20kedua%20hp%20nokiaku&amp;bodytext=kejadian%20ini%20baru%20kusadari%20semalam.%20aku%20punya%202%20hp%20%28kedua2nya%20nokia%29.%20kronologi%20kejadiannya%20begini%20%3A%0D%0A%0D%0A%09hp%20A%20ada%20dalam%20kondisi%20silent%20dan%20hp%20B%20ada%20dalam%20kondisi%20normal.%20kedua%20hp%20aku%20letakkan%20pada%20tempat%20yang%20sama%20%28pada%20saku%20jaket%29.%0D%0A%09sekitar%20pukul%202" title="Digg"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li><a rel="nofollow"  href="http://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&amp;url=http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku%2F&amp;title=ada%20apa%20dengan%20kedua%20hp%20nokiaku&amp;source=coretan+si+cuplis+learn+the+way%2C+define+your+own+way&amp;summary=kejadian%20ini%20baru%20kusadari%20semalam.%20aku%20punya%202%20hp%20%28kedua2nya%20nokia%29.%20kronologi%20kejadiannya%20begini%20%3A%0D%0A%0D%0A%09hp%20A%20ada%20dalam%20kondisi%20silent%20dan%20hp%20B%20ada%20dalam%20kondisi%20normal.%20kedua%20hp%20aku%20letakkan%20pada%20tempat%20yang%20sama%20%28pada%20saku%20jaket%29.%0D%0A%09sekitar%20pukul%202" title="LinkedIn"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/linkedin.png" title="LinkedIn" alt="LinkedIn" class="sociable-hovers" /></a></li>
	<li class="sociablelast"><a rel="nofollow"  href="http://twitter.com/home?status=ada%20apa%20dengan%20kedua%20hp%20nokiaku%20-%20http%3A%2F%2Fcuplis.net%2F2009%2F03%2Fada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku%2F" title="Twitter"><img src="http://cuplis.net/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a></li>
</ul>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cuplis.net/2009/03/ada-apa-dengan-kedua-hp-nokiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
