organisasi file part 1
File diorganisasi (disusun) berdasarkan urutan-urutan record-record. Record-record dipetakan ke dalam blok-blok dalam harddisk
blok berukuran tetap, 1 blok berisi lebih dari 1 record.
JENIS RECORD BERDASARKAN PANJANGNYA :
- FIXED LENGTH RECORD
- VARIABLE LENGTH RECORD
FIXED LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tetap.
Misal : untuk membuat record mahasiswa
TYPE MAHASISWA = RECORD
NIM : CHAR(10);
NAMA : CHAR(40);
ALAMAT : CHAR(50);
END
Tiap karakter menyimpan 1 byte, maka record ke 1 untuk data mahasiswa di atas akan menyimpan 100 byte, kemudian 100 byte untuk record yang kedua dan seterusnya. Penempatan record pada blok disebut blocking. Metode blocking untuk record berukuran tetap adalah fixed length blocking.
Misal :
1 block dapat menyimpan 250 byte, jika 1 record panjangnya 100 byte maka BLOCKING SBB:
Kelebihan fixed length record : mudah dalam pemrograman, karena untuk menyisipkan atau menghapus record mudah karena panjang recordnya sama.
Kekurangan fixed length record : boros tempat penyimpanan.
VARIABLE LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tidak tetap.
Misal : untuk membuat record mahasiswa
TYPE MAHASISWA = RECORD
NIM : VARCHAR(10);
NAMA : VARCHAR(40);
ALAMAT : VARCHAR(50);
END
Panjang tiap record berbeda-beda tergantung dari isi dari masing-masing record. Penempatan record dalam blok tergantung dari panjang record. Metode blocking untuk record berukuran tidak tetap ada dua :
- Variable length spanned blocking
- Variable length unspanned blocking
Variable length spanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record dapat dipotong).
Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE
Variable length unspanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record tidak boleh dipotong).
Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE
Kelebihan variable length record : hemat tempat penyimpanan.
Kekurangan variable length record : sulit digunakan dalam pemrograman, karena panjang record berbeda maka tiap akhir record digunakan symbol end of record yang menandakan record sudah berakhir.





