instalasi mongodb di ubuntu bisa dilakukan dengan beberapa step berikut :

user@computer:$ cd /opt/
curl http://fastdl.mongodb.org/linux/mongodb-linux-x86_64-2.0.4.tgz > mongo.tgz
tar xzf mongo.tgz
sudo mkdir -p /data/db/
sudo chown 'ditto' /data/db/

jalankan mongodb server di terminal :

user@computer:$ ./mongodb-linux-x86_64-2.0.4/bin/mongod &

untuk masuk ke dalam terminal mongodb jalankan perintah berikut :

user@computer:$ ./mongodb-linux-x86_64-2.0.4/bin/mongo
> db.foo.save( { a : 1 } )
> db.foo.find()
{ "_id" : ObjectId("4f981164f100d658971b1245"), "a" : 1 }

instalasi php driver mongodb :

user@computer:$ sudo pecl install mongo

kemudian tambahkan extension=mongo.so di file php.ini. contoh mudah koneksi, insert, query, dan tampilkan hasil query di php adalah sbb :

$m      = new Mongo();
$db     = $m->comedy;
$collection     = $db->cartoons;
 
$obj = array( "title" => "Calvin and Hobbes", "author" => "Bill Watterson" );
$collection->insert($obj);
 
$obj = array( "title" => "XKCD", "online" => true );
$collection->insert($obj);
 
$cursor = $collection->find();
 
foreach ($cursor as $obj) {
    echo $obj["title"] . "\n";
}

outputnya adalah sbb :
Calvin and Hobbes
XKCD

sources :
http://www.mongodb.org/display/DOCS/PHP+Language+Center
http://www.php.net/manual/en/mongo.tutorial.php

huff.. setelah sukses install vmware dan setting network dengan bridge connection dari komputer guest (yang diinstall di vmware) — atau diasumsikan sebagai server baru (dalam artikel ini server database)– sekarang aku akan coba replicate mysql. kita asumsikan ada 2 server yaitu master (computer host:192.168.22.15) dan slave (computer guest–vmware–:192.168.22.115).

master slave
master slave

syarat2 yang dibutuhkan untuk replicate mysql ini adalah :

  1. terdapat lebih dari satu server database
  2. adanya mysql di kedua server
  3. adanya koneksi antara server2 tersebut

Continue reading

SQL pertama diterapkan oleh System R IBM, pada tahun1970 an. SQL adalah standard query language untuk membuat dan memanipulasipada Relational Databases. Beberapa perbedaan kecil pada syntax, tetapi mayoritas SQL adalah standar misal pada MS Access, Oracle, Sybase, Informix, etc. SQL adalah suatu alat Perintah Baris atau dapat juga ditempelkan pada bahasa pemrograman seperti: Cobol, “C”, Pascal, etc. SQL adalah Bahasa distandarisasi yang dimonitor oleh American National Standards Institute (ANSI) sama halnya oleh National Institute of Standards (NIST).

ANSI 1990 – SQL 1 standard
ANSI 1992 – SQL 2 Standard (sometimes called SQL-92)
SQL 3 is in the works – adds some Object oriented concepts

Data Definition Language (DDL)
CREATE TABLE
DROP TABLE
CREATE INDEX
ALTER TABLE
CREATE VIEW
DROP VIEW

Data Manipulation Language (DML)
SELECT
UPDATE
INSERT
DELETE

Continue reading

Relational Model :

  • Structure of Relational Databases (Struktur Basis Data)
  • Fundamental (Dasar) Relational-Algebra-Operations
  • Additional (Tambahan) Relational-Algebra-Operations
  • Extended (Lanjutan) Relational-Algebra-Operations
  • Null Values (Nilai Kosong)
  • Modification of the Database (Modifikasi basis data)

Contoh Sebuah Relasi :

Contoh Relasi
Contoh Relasi

Struktur Dasar :

Secara formal, himpunan D1, D2, …. Dn sebuah relasi r adalah sebuah bagian dari himpunan D1 x D2 x … x Dn. Sehingga, sebuah relasi adalah sebuah himpunan dari n-tuples(row) (a1, a2, …, an) dimana setiap ai elemen Di.

Contoh: Jika
customer_name = {Agus,Budi,Cecep}
customer_street = {Jl. Cildug, Jl. Joglo, Jl. Ciputat}
customer_city = {Jaksel, Jakbar, Jaksel}
Maka r = { (Agus, Jl.Ciledug, Jaksel),
(Budi, Jl. Joglo, Jakbar),
(Cecep, Jl. Ciputat, Jaksel)}
adalah sebuah relasi yang berasal dari
customer_name x customer_street x customer_city

Tipe Atribut :

Setiap atribut dari sebuah relasi mempunyai sebuah nama
Setiap himpunan yang berisi nilai untuk setiap atribut disebut domain dari atribut
Secara normal, nilai atribut yang diperlukan haruslah atomic; artinya, indivisible

  • Catt: nilai multivalued attribute tidak atomic
  • Catt: nilai composite attribute tidak atomic

Setiap nilai null khusus adalah anggota dari setiap domain
Setiap nilai null menyebabkan komplikasi dalam pendefinisian pada banyak operations

  • Kita akan mengabaikan penyebab dari nilai null dalam presentasi ini dan mempertimbangkan penyebabnya di lain kali

Skema Relasi :

A1, A2, …, An adalah atribut-atribut
R = (A1, A2, …, An ) adalah sebuah relation schema (skema relasi)
Contoh:
Customer_schema = (customer_name, customer_street, customer_city)
r(R) adalah sebuah relation (relasi) pada relation schema R
Contoh:
customer (Customer_schema)

Continue reading

Sistem penyimpanan untuk database berorientasi object berbeda dengan sistem penyimpanan database dengan relasi. Karena database berorientasi object harus menangani data yang besar dan harus mendukung ketepatan pointer.

Teknik organisasi file seperti heap, sequential dan hashing dapat juga digunakan untuk menyimpan object pada database berorientasi object.

Pada database berorientasi objek memiliki kriteria :

  • Field dapat berupa sebuat set dari field. Misal : field alamat terdiri dari field nama jalan, no. Rumah, rt, rw, kelurahan
  • Object biasanya berupa data yang besar misal data gis dll

Pemetaan/penyimpanan object ke dalam stuktur file dilakukan dengan membuat beberapa modifikasi, antara lain :

  • Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang kecil, maka digunakan stuktur data seperti link list
  • Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang besar, maka set field tersebut diimplementasikan sebagai relasi dalam database. setiap relasi akan terdiri dari satu baris untuk tiap set field dari tiap object. tiap baris harus mempunyai object identifier dari object

Continue reading

[lanjutan dari part 1]

PRIMARY INDEKS

Pada file indeks yang menggunakan primary indeks, semua file master telah diurutkan berdasarkan primary key. File indeks juga telah diurutkan berdasarkan primary key semua file yang ada di atas disebut file indeks sekuential. Record indeks terdiri dari search key dan pointer yang menunjuk pada satu atau lebih record. Pointer terdiri dari identifier dari blok tempat record berada dalam disk.

ADA 2 TIPE PENGURUTAN INDEKS YANG DIGUNAKAN

  • Dense index : Semua nilai dari search key muncul pada file index
  • Sparse index : Hanya sebagian dari nilai search key yang muncul pada file index
Dense Indeks
Organisasi File Index - Primary Indeks - Dense Indeks
Sparse Indeks
Organisasi File Index - Primary Indeks - Sparse Indeks

KELEBIHAN DENSE INDEX
Mencari lokasi record lebih cepat dibanding sparse index

KEKURANGAN DENSE INDEX
Membutuhkan tempat indeks lebih besar dibanding sparse index
Jika file master berubah, maka file index juga harus dirubah (maintenace lebih sulit dibanding dengan sparse index))‏

KELEBIHAN SPARSE INDEX
Membutuhkan tempat indeks lebih kecil dibanding dense index
Maintenace lebih mudah dibanding dengan dense index

KEKURANGAN SPARSE INDEX
Mencari lokasi record lebih lambat dibanding dense index

Continue reading

File diorganisasi (disusun) berdasarkan urutan-urutan record-record. Record-record dipetakan ke dalam blok-blok dalam harddisk

blok berukuran tetap, 1 blok berisi lebih dari 1 record.
JENIS RECORD BERDASARKAN PANJANGNYA :

  • FIXED LENGTH RECORD
  • VARIABLE LENGTH RECORD
organisasi-file-1
tabel 1

FIXED LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tetap.

Misal : untuk membuat record mahasiswa

TYPE MAHASISWA = RECORD

NIM : CHAR(10);

NAMA : CHAR(40);

ALAMAT : CHAR(50);

END

Tiap karakter menyimpan 1 byte, maka record ke 1 untuk data mahasiswa di atas akan menyimpan 100 byte, kemudian 100 byte untuk record yang kedua dan seterusnya. Penempatan record pada blok disebut blocking. Metode blocking untuk record berukuran tetap adalah fixed length blocking.

Misal :

1 block dapat menyimpan 250 byte, jika 1 record panjangnya 100 byte maka BLOCKING SBB:

Organisasi File Blocking
Organisasi File Blocking

Kelebihan fixed length record : mudah dalam pemrograman, karena untuk menyisipkan atau menghapus record mudah karena panjang recordnya sama.

Kekurangan fixed length record : boros tempat penyimpanan.

VARIABLE LENGTH RECORD : Record yang panjangnya tidak tetap.

Misal : untuk membuat record mahasiswa

TYPE MAHASISWA = RECORD

NIM : VARCHAR(10);

NAMA : VARCHAR(40);

ALAMAT : VARCHAR(50);

END

Panjang tiap record berbeda-beda tergantung dari isi dari masing-masing record. Penempatan record dalam blok tergantung dari panjang record. Metode blocking untuk record berukuran tidak tetap ada dua :

  • Variable length spanned blocking
  • Variable length unspanned blocking
Organisasi File Variable Length Record
Organisasi File Variable Length Record

Variable length spanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record dapat dipotong)‏.

Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE

Organisasi File Spanned Blocking
Organisasi File Spanned Blocking

Variable length unspanned blocking : record ditempatkan dalam blok sesuai dengan ukurannya jika panjang record tidak dapat dimuat dalam 1 blok maka record dapat muat dalam blok terpisah (1 record tidak boleh dipotong)‏.

Misal : 1 blok dapat memuat 100 byte.
PANJANG RECORD 1 = 80 BYTE
PANJANG RECORD 2 = 40 BYTE
PANJANG RECORD 3 = 50 BYTE

Organisasi File Unspanned Blocking
Organisasi File Unspanned Blocking

Kelebihan variable length record : hemat tempat penyimpanan.

Kekurangan variable length record : sulit digunakan dalam pemrograman, karena panjang record berbeda maka tiap akhir record digunakan symbol end of record yang menandakan record sudah berakhir.

Continue reading

JENIS-JENIS MEDIA PENYIMPANAN

  • Cache Memory
  • Main Memory
  • Flash Memory
  • Magnetic Disc Storage
  • Optical Storage
  • Tape Storage
  • RAID

GAMBARAN UMUM BENTUK FISIK

Terdapat beberapa tipe media penyimpanan data pada sistem komputer. Penyimpanan data dibedakan berdasarkan :

  • Kecepatan Akses Data
  • Harga dari Media Penyimpanan
  • Kehandalan dari Media Penyimpanan

Media penyimpanan informasi di system computer dibagi menjadi 2 tipe utama :
Penyimpan primer / Primary Storage. Ciri-ciri :

  • Kecepatan akses tinggi
  • Harganya relative mahal
  • Kapasitas relative kecil
  • Volatile

Penyimpan sekunder / Secondary Storage. Ciri-ciri :

  • Kecepatan akses rendah
  • Harganya relative murah
  • Kapasitas relative besar
  • Non-volatile

Continue reading

Basis Data
Data Base Management System (DBMS) terdiri dari : sekumpulan data yang saling berhubungan dan suatu himpunan program yang melakukan akses terhadap data tersebut.

Tujuan DBMS yang paling utama adalah :

  • memelihara informasi
  • informasi tersedia pada saat yang dibutuhkan.

Data yang disimpan perlu diatur dalam Manajemen Data
Oleh karena itu perlu dipelajari :

  • struktur informasi
  • mekanisme dalam melakukan manipulasi terhadap informasi

Komponen Basis  Data

  • DATA, data tersimpan secara terintegrasi dan dipakai secara bersama-sama
  • HARDWARE, perangkat keras yang digunakan dalam mengelola sistem database
  • SOFTWARE, perangkat lunak perantara antara pemakai dengan data fisik. perangkat lunak dapat berupa data base management system dan berbagai program aplikasi
  • USER, sebagai pemakai sistem

Data

Ciri-ciri data didalam database :

  • Data disimpan secara terintegrasi (integrated) : Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda, yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant)
  • Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared) : Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda

Hardware

Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database berupa:

  • Peralatan untuk penyimpanan database, yaitu secondary storage (harddisk, disket, flash disk, CD)
  • Peralatan input (keyboard, scanner, kamera digital) dan output (printer, layar monitor)
  • Peralatan komunikasi data (ethernet card, modem)

Software

Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data physik pada database. Software pada sistem database dapat berupa:

  • Database Management System (DBMS), yang menangani akses terhadap database, sehingga pemakai tidak perlu memikirkan proses penyimpanan dan pengelolaan data secara detail
  • Program-program aplikasi dan prosedur-prosedur

User

Pemakai database dibagi atas 3 klasifikasi, yaitu:

  • Database Administrator (DBA) : Orang/team yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan
  • Programmer : Orang/team yang bertugas membuat program aplikasi yang mengakses database, dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti Clipper, VB, Oracle baik secara batch maupun online untuk berinteraksi dengan komputer
  • End-user : Orang yang mengakses database melalui terminal, dengan menggunakan query-language atau program aplikasi yang dibuatkan oleh programmer

Continue reading