pertanyaan di atas muncul saat seseorang (berikutnya disebut A) kurang aktif di forum atau A belum mampu melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan terhadap suatu project. ada 2 kondisi yang sempat aku hadapi akhir2 ini :
- ada suatu project dengan timeline yang sudah ditetapkan dan sudah disesuaikan dengan kemampuan A, tapi kondisi realnya si A tidak mampu menyelesaikannya dengan tepat timeline tsb. A adalah anggota baru dalam kelompok dan memang masih perlu banyak belajar dari anggota yang lain. idealnya adalah karena A masih anggota baru yang perlu beradaptasi, perlu di explore skill, dan perlu diketaui daya tahannya, ya mau gak mau A harus menyelesaikan target timelinenya, apapun resikonya. kalo gak gitu berarti kita menyerah pada kenyataan bahwa sebenernya si A bisa melakukan yang jauh lebih baik. tapi apa yang akan kita lakukan jika A tetap tidak bisa menyelesaikannya pada batas waktu yang telah ditentukan dengan kondisi timeline udah 50% berjalan tapi progres baru 20%? jawabnya karena projectnya lumayan besar dan timeline tidak bisa dikompromi lagi + A sudah tidak akan mampu menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya, maka ambil alihlah project tsb dan pindahkan ke anggota tim yang lain yang lebih mampu daripada si A katakanlah si B. dengan begitu project timeline bisa ditepati dan terpaksa si A diturunkan porsinya ke yang lebih ringan. dan tentu saja untuk mengetahui skill, daya tahan, dan adaptasinya kita harus mencari project lain yang bobotnya kurang lebih sama.
- kondisi jika si A dan anggota tim yang lain secara aktif, cepat, dan tepat menjalankan tugas yang diamanatkan kepadanya, tapi dianggap oleh pimpinan (P) performancenya sangat kurang. kondisi yang terjadi adalah P melakukan pembubaran tim tersebut dengan alasan mengurangi jumlah orang2 yang performancenya kurang atau dianggap kurang niat dalam menjalankan tugasnya, kemudian tim diberitahu kalo tim itu tidak solid dan kurang aktif di forum diskusi tim. padahal dari sudut pandang anggota tim yang lain mereka menyumbang kontribusi yang besar dalam tim. idealnya adalah tanyakan dulu ke masing2 anggota tim, apakah benar2 mereka itu malas2an, tidak berkontribusi, kenapa tidak sesuai harapan P, dan perlu ditanyakan juga ke anggota tim apakah ada kendala yang dihadapi sehingga P menganggap hampir semua anggota tim itu performancenya buruk? rasanya kurang adil jika kita men-judge orang itu tidak perform dari sudut pandang P saja tapi juga dari sudut pandang anggota. seorang kawan pernah berkata, dalam suatu organisasi itu penilaiannya harus 2 arah, yaitu top-bottom dan bottom-up. maksudnya, penilaian tidak hanya dilakukan oleh seorang ayah kepada anaknya, tapi juga sebaliknya anakpun boleh menilai perilaku ayahnya.

