sistem komunikasi data 3

Apr 27th, 2010 | Posted by

Media transmisi adalah saluran komunikasi yang menghubungkan antara TX dan RX yang berfungsi untuk membawa data atau informasi.

Media transmisi ini merupakan sarana yang penting bagi terselenggaranya suatu proses komunikasi antara TX dan RX.

Media transmisi pada sistem komunikasi data dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian besar :

  1. Guided Media (cable)
  2. UnGuided Media


Guided Media (cable)

  • Tx dan Rx terkoneksi secara fisik
  • Tx dan Rx yang tetap

Tipe-tipe Guided Media :

  1. Twisted Pair
    @ Terdiri dari 2 kabel tembaga yang terpilin erat
    @ Konektor yang digunakan RJ 45 dan RJ 11
    @ Rentan terhadap gangguan luar seperti seperti efek elektromagnetis
    @ Berdasarkan pembungkusnya (shielding) dibedakan menjadi Unshielded Twist Pair ( UTP ), Shieldied Twisted Pair ( STP )
  2. Coaxial Cable
    @ Terbuat dari kabel tembaga yang dibungkus dengan plastik pelindung yang dilengkapi dengan anyaman tembaga.
    @ Konektor yang digunakan adalah BNC
    @ Jenis – jenisnya adalah
    @ Tahan terhadap gangguan luar seperti efek elektromagnetis
  3. Fiber Optic
    @ Terbuat dari penghantar gelas bening atau sejenisnya yang berfungsi untuk melalukan gelombang cahaya dari satu titik ke titik yang lain.
    @ Dilapisi dengan Cladding yang berfungsi untuk mencegah agar gelombang cahaya tidak tirbias ke luar.
    @ Sangat tahan terhadap gangguan luarseperti efek elektromagnetis.
    Berdasarkan efek pemantulan cahayanya maka dapat dibedakan menjadi Stepped Index Multimode, Grade Index Multimode, dan Stepped Index Monomode.
    @ Jaringan yang menggunakan fiber optik biasa dikenal sebagai Fiber Distributed Data Interchange ( FDDI ).
    @ Sumber / pembangkit gelombang cahaya : Light Emitting Diode ( LED ) dan Injection Laser Diode ( ILD ).

UnGuided Media

Tipe-tipe Guided Media :

  1. Radio Wave
    @ Menggunakan gelombang gelombang radio
    @ Rentan terhadap gangguan luar dan jarak jangkaunya yang relatif pendek / dekat
    @ Contoh dari gelombang – gelombang radio :
    ==> 30 – 30 KHz | Low Frequency | Navigasi
    ==> 300 – 300 KHz | Medium Frequency | AM Radio
    ==> 3 – 30 MHz | High Frequency | Shortwave dan Citizen Band
    ==> 30 – 300 MHz | Very High Frequency | Televisi dan FM Radio
  2. Terresterial Microwave ( Earth Based )
    @ Menggunakan gelombang micro dengan daya pancar yang besar.
    @ Menggunakan frequency Ultra High Frequency ( 300 – 3000 MHz ) atau Super High Frquency ( 3 – 30 GHz ).
    @ Antara Tx dan Rx tidak boleh ada penghalang yang berarti ( line of sight ).
    @ Jarak jangkaunya relatif cukup jauh.
    @ Pada jarak yang jauh, untuk menghindari lemahnya gelombang pada saat penerimaan digunakan repeater yang berfungsi sebagai :
    ==> Menguatkan sinyal gelombang.
    ==> Mengirimkan sinyal ketitik berikutnya.
  3. Satellite Microwave
    @ Adalah suatu repeater yang diletakkan di atas angkasa yang berfungsi untuk mengirimkan data yang berasal dari Tx yang ada di bumi, ke tempat yang diinginkan.
    @ Prinsip dasar yang digunakan sama dengan terresterial microwave.
    @ Setiap transponder mempunyai frekwensi tertentu yang dikenal dengan nama transponder channel.
    @ Satellite komunikasi biasanya berada pada orbit Geosynchronous.
    @ Dilengkapi dengan transponder, yang berfungsi :
    ==> Menerima sinyal dari bumi
    ==> Menguatkan sinyal yang diterima
    ==> Mengirimkan kembali ke titik yang dituju.

Pelemahan adalah jarak maksimal sebuah media tanpa menggunakan penguat/repeater.

Frekuensi respon saluran : pada kisaran (range) frekuensi yang mana saja sebuah media masih dapat meneruskan sinyalnya.

Tipe Media Transmisi :

  1. Narrow Band Channel -> kabel sinyal
  2. Voice Grade Channel -> saluran telepon
    @ public line -> telepon rumah
    @ leased line
  3. Broadband Channel

Transmission Mode :

  1. Paralel
    @ Pengiriman bit bit data secara serentak dari bit 1 sampai bit ke n.
    @ Contoh : Standart Centronics IEEE 4888
    @ Termasuk transmisi yang cepat dengan sistem hardware dan soft ware yang sederhana
    @ Untuk jarak yang jauh adalah tidak effisien serta jumlah media yang digunakan relatif banyak sesuai denganh jumlah bit yang akan ditransmisikan.
  2. Serial
    @ Contoh : komunikasi RS 232 atau komunikasi pada saluran telepon
    @ Dapat menempuh jarak yang jauh dengan jumlah media yang dibutuhkan sedikit.
    @ Dukungan hardware dan softwarenya cukup rumit dan dibandingkan dengan paralel kecepatannya cukup lambat.
    Modus Pengiriman Serial:
    $ Asynchronous
    ==> Disebut sebagai START – STOP Transmission.
    ==> Berorientasi karakter
    ==> Pengiriman antara data satu dengan yang lainnya tidak teratur.
    ==> Kecepatan transmisi rendah.
    ==> dari segi teknis adalah lebih mudah
    ==> setiap karakter mengandung informasi yang lengkap
    ==> sinkronisasi hanya tergantung dari START dan STOP bit saja.
    ==> effisien untuk jumlah data yang sedikit.
    ==> Lebih peka terhadap gangguan sehingga kecepatannya harus
    dibatasi.
    ==> Kecepatan relatif lambat.
    $ Synchronous
    ==> Pengiriman data per blok
    ==> Diperlukan sinkronisasi yang tepat antara Tx dan Rx.
    ==> Memerlukan media transmisi yang baik.
    ==> Apabila terjadi kesalahan dalam pengiriman data antara Tx dan Rx maka 1 blok data yang hilang.
    ==> Effisien untuk data dalam jumlah banyak.
    ==> Lebih kebal terhadap gangguan.
    ==> Karakter sinkronisasi dapat dibuat lebih rumit, sehingga dapat dibuat faktor sinkronisasi yang tinggi.
    ==> Dapat menggunakan standart clock (pewaktuan) yang sama antara Tx dan Rx.
    ==> Kecepatan transmisi relatif lebi tinggi.
    ==> Tidak effisien untuk data dalam jumlah yang sedikit.
    ==> Dari segi teknis lebih sukar dan relatif lebih mahal.
    ==> Pengulangan terhadap data yang salah berarti pengulangan sebesar 1 blok data.

source : Yan Everhard R, Ir. MT

Related posts:

  1. sistem komunikasi data 1
  2. sistem komunikasi data 2
  3. data dan analisis data
  4. konsep dasar basis data
  5. analisis data penelitian
Tags:
No comments yet.
*