penyimpanan data untuk database berorientasi object

Sistem penyimpanan untuk database berorientasi object berbeda dengan sistem penyimpanan database dengan relasi. Karena database berorientasi object harus menangani data yang besar dan harus mendukung ketepatan pointer.

Teknik organisasi file seperti heap, sequential dan hashing dapat juga digunakan untuk menyimpan object pada database berorientasi object.

Pada database berorientasi objek memiliki kriteria :

  • Field dapat berupa sebuat set dari field. Misal : field alamat terdiri dari field nama jalan, no. Rumah, rt, rw, kelurahan
  • Object biasanya berupa data yang besar misal data gis dll

Pemetaan/penyimpanan object ke dalam stuktur file dilakukan dengan membuat beberapa modifikasi, antara lain :

  • Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang kecil, maka digunakan stuktur data seperti link list
  • Jika besar dari beberapa set field tersebut merupakan elemen yang besar, maka set field tersebut diimplementasikan sebagai relasi dalam database. setiap relasi akan terdiri dari satu baris untuk tiap set field dari tiap object. tiap baris harus mempunyai object identifier dari object

Sistem Perbankan

Sistem Perbankan

Object Cabang dari Bank

Object Cabang dari Bank

Object - Staff

Object - Staff

Object - Manager

Object - Manager

Relationship

Relationship

Implementasi Dari Object Identifiers

Object diidentifikasikan dengan object identifiers (oids) yaitu sistem simpanan object yang dibutuhkan sebagai mekanisme untuk menempatkan sebuah object.

TERDAPAT 2 JENIS OIDs

  • Logical oids : Tidak menspesifikasikan lokasi dari object. Tidak terikat dengan lokasi object.
  • Physical oids : Penempatan lokasi objek dibuat kode sehingga dapat dengan cepat ditemukan scara langsung. Terdiri dari identifier yang unik.
Struktur Umum

Struktur Umum

DBOO 7

DBOO 7

Physical OIDs membedakan antara satu objek dengan objek yang lain. Physical OIDs juga disimpan bersama dengan objek . antara physical oids dengan objek harus sesuai satu sama lain. Jika tidak sesuai maka sistem akan mendeteksi physical OIDs sebagai pointer yang salah (dangling pointer). Dangling pointer adalah : pointer yang tidak menunjuk pada objek yang benar. Pada beberapa implementasi persistent pointer adalah physical pointer. Pointer pada memory komputer (transient pointer) membutuhkan tempat sebanyak 4 byte atau 8 byte. Persistent pointer harus menempatkan semua datanya pada sebuah database. Deferencing Adalah Mencari Lokasi Sebenarnya Dari Object Dengan Mencari Berdasarkan Pointer Dari Object (OIDs).

Management Persistent Pointer

Management Persistent Pointer

MANAGEMENT PERSISTENT POINTER
Pointer swizzling adalah cara untuk mempersingkat pencarian lokasi object yang sudah berada sebelumnya di memory. Tujuan dari pointer swizzling adalah untuk mengoptimasi akses pada objek. Jika lokasi objek sudah dibaca sekali dan ditempatkan pada memory maka lokasi tersebut terus disimpan pada cache memory sehingga jika lokasi tersebut akan dibaca lagi tidak harus mencari di disk tapi hanya membaca langsung dari cache memory. Penggunaan pointer swizzling pada pencarian pointer disebut software swizzling.

HARDWARE SWIZZLING

Menggunakan 2 tipe dari pointer ( persistent pointer dan transient pointer=pointer pada memory) sangat tidak efisien. Cara sederhana adalah dengan menjadikan 2 pointer menjadi 1 pointer dan menambah 1 bit untuk menjadi pembeda antara persistent pointer dan transient pointer. Teknik tersebut menggambarkan hardware swizzling yang menggunakan manajemen virtual memory untuk memecahkan masalah di atas. Keuntungan hardware swizzling dibandingkan dengan software swizzling adalah :

  • Dapat menyimpan persistent pointer pada jumlah space yang sama dengan pointer pada memory (transient pointer)
  • Pada saat merubah antara persistent pointer dengan transient pointer dapat dilakukan dengan mudah dan efisien

Bookmarks:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • Twitter

Related posts:

  1. sistem komunikasi data 1 Komunikasi Data Merupakan suatu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments »

 
  • ZAHRA says:

    mkc dah ksih new knowledge………..
    yang ku tanya,,, gimana caranya menyimpan data dengan array dan link list?????????? kalo bisa cepet dibales yaa,, beserta contohnya sekalian. mkcccccc

 

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre user="" computer="" escaped="">