organisasi file part 2

Mar 29th, 2009 | Posted by

[lanjutan dari part 1]

PRIMARY INDEKS

Pada file indeks yang menggunakan primary indeks, semua file master telah diurutkan berdasarkan primary key. File indeks juga telah diurutkan berdasarkan primary key semua file yang ada di atas disebut file indeks sekuential. Record indeks terdiri dari search key dan pointer yang menunjuk pada satu atau lebih record. Pointer terdiri dari identifier dari blok tempat record berada dalam disk.

ADA 2 TIPE PENGURUTAN INDEKS YANG DIGUNAKAN

  • Dense index : Semua nilai dari search key muncul pada file index
  • Sparse index : Hanya sebagian dari nilai search key yang muncul pada file index
Dense Indeks

Organisasi File Index - Primary Indeks - Dense Indeks

Sparse Indeks

Organisasi File Index - Primary Indeks - Sparse Indeks

KELEBIHAN DENSE INDEX
Mencari lokasi record lebih cepat dibanding sparse index

KEKURANGAN DENSE INDEX
Membutuhkan tempat indeks lebih besar dibanding sparse index
Jika file master berubah, maka file index juga harus dirubah (maintenace lebih sulit dibanding dengan sparse index))‏

KELEBIHAN SPARSE INDEX
Membutuhkan tempat indeks lebih kecil dibanding dense index
Maintenace lebih mudah dibanding dengan dense index

KEKURANGAN SPARSE INDEX
Mencari lokasi record lebih lambat dibanding dense index

MULTILEVEL INDEX

Meskipun menggunakan sparse index, file index dapat menjadi besar sehingga proses pencarian tidak efisien. Misal, jika file master mempunyai record 100.000, dengan tiap blok menyimpan 10 record. Jika 1 record pada file index menyimpan 1 blok. Maka file index mempunyai 10.000 record. File index yang terbentuk masih sangat besar untuk disimpan dalam sebuah disk. Jika file index tersebut tidak cukup dimuat di dalam main memory, maka pencarian data akan lambat. Untuk mengatasi masalah ini, maka dibuatlah sparse index pada primary index ( multilevel index)‏.

Multilevel Indeks

Organisasi File Index - Primary Indeks - Multilevel Indeks

INDEKS UPDATE

File Indeks Harus Diupdate Jika Proses Insert Atau Delete Record Terjadi.

Insert Record :

  • Pada dense indeks : Jika nilai yang diinsert belum ada pada file indeks , maka nilai dari search key diinsert pada file indeks.
  • Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang diinsert sudah ada, maka file index tidak usah dirubah, sebaliknya jika pada file index nilai yang diinsert tidak ada, maka file index harus dirubah.

Delete record :

Untuk menghapus record, record tersebut harus dicari dulu.

  • Pada dense indeks : Jika nilai yang didelete hanya satu pada file master, maka pada file indeks nilai yang didelete harus dihapus. Jika nilai yang didelete lebih dari satu pada file master, maka pada file indeks, nilai yang didelete tidak perlu dihapus.
  • Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang didelete ada, maka nilai tersebut pada file index harus dihapus, sebaliknya jika pada file index nilai yang didelete tidak ada, maka file index tidak dirubah.
Secondary Indeks

Organisasi File Index - Secondary Indeks

FILE INDEKS B+ -TREE

Delete record : Untuk menghapus record, record tersebut harus dicari dulu.

  • Pada dense indeks : Jika nilai yang didelete hanya satu pada file master, maka pada file indeks nilai yang didelete harus dihapus. Jika nilai yang didelete lebih dari satu pada file master, maka pada file indeks, nilai yang didelete tidak perlu dihapus.
  • Pada sparse indeks : Jika pada file index, nilai yang yang didelete ada, maka nilai tersebut pada file index harus dihapus, sebaliknya jika pada file index nilai yang didelete tidak ada, maka file index tidak dirubah.

ORGANISASI FILE HASHING

Keuntungan dari organisasi file index sekuential adalah untuk mencari lokasi data, harus mengakses struktur index nya. Pada Organisasi File Hash, Untuk Mencari Alamat Dari Record Secara Langsung Dengan Menghitung Fungsi Dari Nilai Search Key Dari Record ( Memakai Perhitungan Matematis Untuk Menemukan Alamat Dari Sebuah Record ). Agar Dapat Dilakukan Direct Access, Key Dari Record Dipakai Sebagai Alamat Di Dalam File.

Komponen Hashed File:

  • File Space : Terbagi dalam slot-slot. Tiap slot menyimpan sebuah record.
  • Rumus : Menghasilkan slot address, dihitung berdasarkan key dari sebuah record.

OVERVIEW HASHED FILE

  • Berbasis kemampuan direct access ke dalam file dengan memanfaatkan relatif address.
  • RELATIF ADDRESS : Sebuah Record Dapat Ditemukan Hanya Dengan Memanggilnya Lewat Nomor Urut Record Di Dalam File.
  • MASALAHNYA ADALAH Membuat rumus untuk mengubah key dari sebuah record menjadi nomor urut (kat -> key to address transformation)‏.

KAT (KEY TO ADDRESS TRANSFORMATION) :

  • Tujuannya untuk menghasilkan slot number yang berbeda bagi tiap record
  • Dengan cara mengubah key menjadi relative address

Hambatan kat :

  • Key umumnya sesuatu yang bersifat natural (nim / no_ktp / no_pegawai / dll)‏
  • Natural key biasanya panjang (nim = 10 digit)‏

PERSYARATAN KAT:

  • Ukuran key harus diperpendek agar sesuai dengan slot address (relative address)‏
  • Slot address yang dihasilkan harus unix
  • Algoritma untuk membuat kat sangat banyak
Organisasi File Hashing

Organisasi File Hashing

Related posts:

  1. organisasi file part 1
  2. upload file ke server pada PHP
  3. create csv file
  4. media penyimpanan
Tags:
  1. igobaanisuneo
    Jun 25th, 2011 at 06:01
    Reply | Quote | #2

    thanks atas infonya bermanfaat sekali : )

*