upload file ke server pada PHP
Dalam pembuatan sebuah website interaktif tak jarang kita memanfaatkan fasilitas upload pada website tersebut. Sedangkan untuk script upload yang biasa digunakan dalam php adalah upload dengan method post. Fasilitas ini seharusnya diikuti dengan menggunakan validasi PHP dan memanipulasi sebuah fungsi, dan anda memiliki kontrol penuh untuk mengizinkan orang-orang dengan hak akses tertentu untuk melakukan proses upload.
Sebuah form untuk file upload dapat dibuat seperti ini :
formupload.php
<!– The data encoding type, enctype, MUST be specified as below –>
<form enctype=”multipart/form-data” action=”process.php” method=”POST”>
<!– MAX_FILE_SIZE must precede the file input field –>
<input type=”hidden” name=”MAX_FILE_SIZE” value=”30000″ />
<!– Name of input element determines name in $_FILES array –>
Send this file: <input name=”userfile” type=”file” />
<input type=”submit” value=”Send File” />
</form>
Fungsi dari hidden field MAX_FILE_SIZE adalah menyatakan kapasitas maksimal file yang akan di upload untuk dilakukan pengecekan oleh php nantinya.
Pastikan pada form terdapat attribute enctype=”multipart/form-data”, jika tidak proses upload tidak akan berjalan.
Dengan menggunakan script $_FILE pada PHP kita dapat mengetahui beberapa keterangan mengenai file yang di upload.
Keterangan yang didapat adalah sebagai berikut :
$_FILES['userfile']['name'] –> nama file yang diupload
$_FILES['userfile']['type'] –> tipe file yang diupload
$_FILES['userfile']['size'] –> ukuran file yang diupload
$_FILES['userfile']['tmp_name'] –> nama file sementara(temporary) pada saat upload
$_FILES['userfile']['error'] –> kode error yang mungkin terjadi pada file yang diupload
Keterangan kode error jika :
0 -> tidak ada error ketika upload
1 -> kapasitas file melebihi yang ditentukan di php.ini(upload_max_filesize)
2 -> kapasitas file melebihi yang ditentukan di form html(MAX_FILE_SIZE)
3 -> file tidak ter upload semua(hanya terkirim sebagian)
4 -> tidak ada file yang di upload
6 -> file temporary tidak bisa ditemukan di server(bisa karena terhapus maupun cacat file)
7 -> gagal penyimpanan di server(bisa dikarenakan oleh permission dari server)
Berikut ini adalah contoh file untuk melakukan upload :
process.php
<?php
$uploaddir = ‘/var/www/uploads/’; //direktori upload file
$uploadfile = $uploaddir . basename($_FILES['userfile']['name']);echo ‘<pre>’;
if (move_uploaded_file($_FILES['userfile']['tmp_name'], $uploadfile)) {
echo “sukses upload file!\n”;
} else {
echo “gagal upload file!\n”;
}echo ‘Beberapa hasil debug:’;
print_r($_FILES);print “</pre>”;
?>
Source : PHP Manual
Related posts:
- how to setting dns server pertama install bind9 : user@computer:$ sudo apt-get install bind9 kemudian...
- operasi input output 1. Proses INPUT OUTPUT Sebuah Proses memerlukan Input / Output...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

