Source : http://git-scm.com/book/en/Git-on-the-Server-Setting-Up-the-Server

Git on the Server – Setting Up the Server

Setting Up the Server

Let’s walk through setting up SSH access on the server side. In this example, you’ll use the authorized_keys method for authenticating your users. We also assume you’re running a standard Linux distribution like Ubuntu. First, you create a ‘git’ user and a .ssh directory for that user.

$ sudo adduser git
$ su git
$ cd
$ mkdir .ssh

Next, you need to add some developer SSH public keys to the authorized_keys file for that user. Let’s assume you’ve received a few keys by e-mail and saved them to temporary files. Again, the public keys look something like this:

$ cat /tmp/id_rsa.john.pub
ssh-rsa AAAAB3NzaC1yc2EAAAADAQABAAABAQCB007n/ww+ouN4gSLKssMxXnBOvf9LGt4L
ojG6rs6hPB09j9R/T17/x4lhJA0F3FR1rP6kYBRsWj2aThGw6HXLm9/5zytK6Ztg3RPKK+4k
Yjh6541NYsnEAZuXz0jTTyAUfrtU3Z5E003C4oxOj6H0rfIF1kKI9MAQLMdpGW1GYEIgS9Ez
Sdfd8AcCIicTDWbqLAcU4UpkaX8KyGlLwsNuuGztobF8m72ALC/nLF6JLtPofwFBlgc+myiv
O7TCUSBdLQlgMVOFq1I2uPWQOkOWQAHukEOmfjy2jctxSDBQ220ymjaNsHT4kgtZg2AYYgPq
dAv8JggJICUvax2T9va5 gsg-keypair

You just append them to your authorized_keys file:

$ cat /tmp/id_rsa.john.pub >> ~/.ssh/authorized_keys
$ cat /tmp/id_rsa.josie.pub >> ~/.ssh/authorized_keys
$ cat /tmp/id_rsa.jessica.pub >> ~/.ssh/authorized_keys

Now, you can set up an empty repository for them by running git init with the --bare option, which initializes the repository without a working directory:

$ cd /opt/git
$ mkdir project.git
$ cd project.git
$ git --bare init

Then, John, Josie, or Jessica can push the first version of their project into that repository by adding it as a remote and pushing up a branch. Note that someone must shell onto the machine and create a bare repository every time you want to add a project. Let’s use gitserver as the hostname of the server on which you’ve set up your ‘git’ user and repository. If you’re running it internally, and you set up DNS for gitserver to point to that server, then you can use the commands pretty much as is:

# on Johns computer
$ cd myproject
$ git init
$ git add .
$ git commit -m 'initial commit'
$ git remote add origin git@gitserver:/opt/git/project.git
$ git push origin master

At this point, the others can clone it down and push changes back up just as easily:

$ git clone git@gitserver:/opt/git/project.git
$ cd project
$ vim README
$ git commit -am 'fix for the README file'
$ git push origin master

With this method, you can quickly get a read/write Git server up and running for a handful of developers.

As an extra precaution, you can easily restrict the ‘git’ user to only doing Git activities with a limited shell tool called git-shell that comes with Git. If you set this as your ‘git’ user’s login shell, then the ‘git’ user can’t have normal shell access to your server. To use this, specify git-shell instead of bash or csh for your user’s login shell. To do so, you’ll likely have to edit your /etc/passwd file:

$ sudo vim /etc/passwd

At the bottom, you should find a line that looks something like this:

git:x:1000:1000::/home/git:/bin/sh

Change /bin/sh to /usr/bin/git-shell (or run which git-shell to see where it’s installed). The line should look something like this:

git:x:1000:1000::/home/git:/usr/bin/git-shell

Now, the ‘git’ user can only use the SSH connection to push and pull Git repositories and can’t shell onto the machine. If you try, you’ll see a login rejection like this:

$ ssh git@gitserver
fatal: What do you think I am? A shell?
Connection to gitserver closed.
Posted in Git.

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
Ada 3 tahapan perkembangan telur hingga terbentuknya juvenile, yaitu:

  • pre-larva yaitu perkembangan embrio dalam telur
  • larva yaitu perkembangan larva saat di-erami
  • post-larva yaitu saat juvenile lepas dari abdomen

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat indukan betina mulai bertelur:

  • Indukan betina lebih cenderung untuk berdiam diri, tidak banyak beraktifitas, terutama dalam mengkonsumsi pakan saat mengerami telurnya, sehingga pakan yang diberikan sebaiknya dikurangi. Lobsterku Crayfish Farm biasanya memberikan pakan hanya 3 butir kacang hijau yang sudah direndam selama beberapa jam untuk 1 indukan betina sebanyak 2x dalam sehari.
  • Indukan yang sedang bertelur harus dipelihara secara terpisah dengan induk yang mengandung telur dan induk jantan.
  • Kualitas air, terutama kadar oksigen terlarut lebih dari 5 ppm dan fluktuasi suhu air harus rendah.
  • Harus diberikan tempat perlindungan yang melebihi jumlah indukan yang ada.

Mengapa keempat hal diatas perlu dilakukan?

  • Untuk menghindari terjadinya gangguan atau serangan dari luar yang dapat menyebabkan gangguan fisik
  • Menghindari peluang terjadinya kanibal
  • Sejak embrio hingga berbentuk juvenile, lobster air tawar membutuhkan oksigen terlarut yang tinggi
  • Agar lingkungan lebih nyaman karena pada fase embrio, nauplius, dan protozoa, juvenile memiliki karakteristik sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan suhu air
  • Menghindari terjadinya saling mengganggu jika pelaksanaan pengeraman hingga penetasan telur dilakukan secara masal dalam satu wadah.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
Dalam pemanenan benih berukuran 1-2 cm, peralatan yang digunakan adalah ember plastik 20 liter, scoopnet berukuran 20×10 cm, daun-daunan atau kertas yang sudah dibasahi, terutama jika jarak antara tempat pemanenan dan penampungan relative jauh.

Sebaiknya pemanenan dilakukan sebelum jam 9 pagi, dimana hasil panen ditempatkan dalam wadah dengan jumlah maksimum 20 ekor tiap wadah.

Cara memanen dimulai dengan menurunkan air didalam wadah kedalaman air tinggal 15 -20 cm. Jika wadah yang digunakan berupa akuarium, cara mengeluarkan air dengan penyedotan ( siphoning)

dan jika berupa bak atau kolam tanah, tinggal membuka lubang pembuangan air. Setelah itu benih lobster ditangkap menggunakan scoopnet secara perlahan dan hasil tangkapan dimasukan kedalam ember yang telah dilengkapi daun-daunan / kertas koran sebagai alasnya (yang sudah dibasahi).

Perlu diketahui, tingkat sensitivitas benih berukuran 20 hari terhadap perubahan lingkungan drastis lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran lebih besar. Tingkat sensitivitas juga akan tinggi pada semua ukuran benih lobster air tawar saat mengalami pergantian cangkang (molting).

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
Dalam mempersiapkan akuarium untuk perkawinan lobster air tawar, yang perlu diperhatikan bahwa akuarium tidak boleh kena sinar matahari langsung serta usahakan berada dalam suasana yang teduh dan tenang. Hal ini penting untuk merangsang lobster air tawar melakukan perkawinan hingga mengerami telurnya.

Pada akuarium dengan ukuran 80x50x40cm, tempatkan indukan lobster air tawar sebanyak 5 indukan betina dan 3 indukan jantan atau 3 betina. Akuarium dilengkapi dengan aerator untuk memberi oksigen yang cukup. Akuarium juga dapat dilengkapi dengan sirkulasi filter.

Hindari ruangan yang terlalu terang dan bising, karena lobster lebih mudah kawin di tempat yang tenang dan cenderung gelap.

Letakkan pipa pralon berukuran 2,5 inci dan panjang 12 cm untuk tempat berlindung. Perkawinan biasanya dilakukan pada malam hari, dimana selang 1 minggu kemudian induk betina akan bertelur, ditandai dengan induk betina melipat erat ekornya guna melindungi telur yang menempel di sirip renangnya.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
Perubahan lingkungan yang mendadak adalah membuat induk lobster air tawar yang sedang bertelur menjadi terkejut, sehingga gerakan lobster air tawar menjadi tidak beraturan dan telur yang ada diantara kaki-kaki renang akan berhamburan keluar.

Untuk menghindari lobster air tawar ini terkejut, penangkapan induk yang sedang bertelur boleh menggunakan scoopnet, dimana lobster air tawar kemudian dikeluarkan dari scoopnet menggunakan tangan.

Selalu berhati-hatilah jika menangkap indukan yang sedang bertelur, dimana jika indukan berada didalam pipa pralon (tempat pesembunyiannya), disarankan untuk mengeluarkannya secara perlahan-lahan, kemudian menangkapnya secara langsung dengan posisi tangan kiri ada didepan kepala dan tangan kanan dibagian ekor. Selanjutnya, tangan kanan memegang bagian antara kepala dan badan.

Setelah indukan ditangkap, kemudian rontokkan juvenile tersebut dengan membiarkan induk lobster air tawar mengibas-ngibaskan ekornya pada permukaan air. Biarkan juvenile tersebut lepas dengan sendirinya atau dapat juga menggunakan bantuan jari untuk membantu proses perontokan.

Setelah proses perontokan selesai, pisahkan indukan lobster air tawar dengan juvenile yang baru dihasilkan tersebut. Kembalikan indukan kedalam bak atau akuarium karantina, sehingga lobster air tawar dapat memulihkan kondisinya.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
TEKNIK PEMBUDIDAYAAN ALAMI

Hingga saat ini pembudidayaan lobster air tawar masih dilakukan secara alami, dimana bahan dan alat yang digunakan dalam kegiatan pembudidayaan dipersiapkan oleh manusia, dimana terjadinya perkawinan antara indukan jantan dan betina tergantung pada daya dukung lingkungan serta keinginan dan perilaku setiap pasangan untuk melaksanakan kegiatan reproduksi.

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk melakukan pembudidayaan alami lobster air tawar yakni pembudidayaan secara masal dan pembudidayaan secara individu.

Dalam pembudidayaan secara masal, persiapan yang perlu dilakukan adalah menggunakan kolam semen, box fiberglass yang dilengkapi dengan shelter dan aerator.

Perbandingan indukan jantan dan indukan betina bisa mencapai 40% berbanding 60%.

Untuk pembudidayaan individu diperlukan aquarium ukuran 100 x 50 x 40 cm, dilengkapi pipa pralon dan aerator. Jumlah indukan yang ditempatkan di dalam akuarium adalah 3 indukan jantan dan 5 indukan betina.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
Molting adalah suatu proses pertumbuhan lobster air tawar yang dilakukan dengan cara ganti kulit sesuai dengan badannya yang tumbuh membesar. Molting merupakan suatu proses yang rumit, dimana tingkat kematian lobster air tawar pada fase ini cukup tinggi.

Kebanyakan kematian pada lobster air tawar salah satunya disebabkan oleh kegagalan dalam proses molting, dimana dalam proses molting ini banyak melalui proses-proses bersifat hormonal.

Terdapat dua jenis hormon yang diketahui muncul pada saat proses molting, yaitu hormon Ecdysis (berfungsi untuk memicu proses molting) dan MIH – Molt Inhibiting Hormone (berfungsi untuk menghambat proses molting itu sendiri).

Disamping itu, dalam proses molting dijumpai pula fenomena khas, yaitu berupa proses penyerapan kalsium dari kerangka yang disimpan dalam organ khusus dalam perut lobster air tawar yang disebut sebagai Gastrolith.

Beberapa ciri-ciri lobster air tawar yang akan melakukan molting sebagai berikut:

  • Lobster air tawar cenderung untuk senang berdiam diri dalam tempat persembunyiannya dan kurang aktif. Kadang kala mereka bergerak secara lamban dan terlihat seperti akan mati.
  • Warna kulit lebih cenderung keruh maupun gelap.
  • Terbukanya rostrum, atau rostrum terlihat membengkang.

Ada empat tahapan proses molting yaitu:

 Proecdysis
Tahapan ini merupakan tahapan persiapan dalam proses molting, dimana sel- sel epidermis lobster air tawar akan memisahkan diri dari kutikel tua dan mulai menyiapkan diri membentuk kerangka luar baru. Kalsium diserap dari kerangka lama dan disimpan dalam gastrolith. Pada tahapan ini lobster air tawar akan berhenti makan, dimana kebutuhan energi selanjutnya diambil alih oleh hepatopancreas yang akan mensuplai energi selama proses tersebut berlangsung.

 Ecdysis
Tahapan ini merupakan tahapan dimana lobster air tawar melakukan pelepasan dari kerangka lama. Saat baru keluar, kutikel lobster air tawar dalam keadaan masih lembut.

 Metecdysis
Pada tahap ini lobster air tawar melakukan pemindahan mineral kalsium dari gastrolith ke kutikel barunya sebagai bahan kerangka luar. Endokutikel juga terbentuk pada fase ini.

 Intermolt
Merupakan fase antar molting, dimana saat ini kerangka dan pertumbuhan jaringan nyaris selesai.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar
TEKNIK PEMANENAN INDUKAN

Pemanenan indukan hasil pembudidayaan meliputi kegiatan penangkapan, penampungan, pemeriksaan dan pengadaptasian. Peralatan yang digunakan dalam persiapan pemanenan adalah scoopne halus berukuran 20×30 cm dan ember plastic berdiameter 50 cm.

Pemanenan dimulai dengan mengisi ember dengan air jernih hingga kedalaman mencapai 20 cm dan menurunkan air didalam bak atau akuarium hingga permukaannya menjadi 15-20 cm. Selanjutnya menangkap lobster secara langsung,

terutama induk lobster air tawar yang terdapat didalam pipa pralon dengan cara menutup lubang bagian kiri dan kanan, kemudian mengangkatnya secara perlahan.

Induk yang telah tertangkap dimasukkan kedalam wadah dengan cara membuka salah satu lubang pipa pralon didalam air. Indukan lobster air tawar yang berada diluar pipa pralon ditangkap dengan menggunakan scoopnet dibantu tangan.

Penangkapan dilakukan dengan meletakkan scoopnet dibagian ekor dan mengiringnya menggunakan tangan dibagian kepala. Setelah jumlah induk jantan dan betina yang ditangkap dan ditampung didalam ember, dilakukan seleksi berdasarkan ukuran dan kelamin dengan jumlah jantan dan betina 1:2 untuk dipindahkan kedalam wadah pembudidayaan.

Pemanenan harus dilakukan dengan hati- hati. Penangkapan induk harus dilakukan secara perlahan, sehingga kerusakan fisik, terutama capit atau kaki jalan dapat dihindari. Agar tidak stres, kepadatan ideal induk jantan dan betina adalah 5 -6 ekor per-wadah. Disamping itu, wadah harus dilengkapi dengan lubang sirkulasi udara, terutama jika lobster berada didalam penampungan lebih dari 0,5 jam.

Source:

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar

Setelah anakan berumur 8-15 hari, mereka sudah mulai aktif dalam mencari tempat berlindung dari gangguan luar atau sesamanya, mencari pakan serta mulai mengalami molting dalam pertumbuhan-nya.

Pemeliharaan juvenile dimulai dengan memisahkan mereka dari induknya. Benih yang berusia lebih dari 2 minggu sudah dapat pindahkan ke tempat lain untuk dibesarkan.

Sebagai contoh, benih berusia lebih dari 2 minggu dapat dipindahkan ke bak semen atau box fiber ukuran 100 x 100 x 50 cm dengan kedalaman air 25-30 cm dan tetap memberikan aerasi yang cukup. Letakkan juga pipa pralon ukuran 5/8 inci, panjang 4 cm sebanyak 100 buah untuk tempat berlindung mereka. (atau media shelter lainnya) Pemberian makanan pada juvenile dapat dilakukan 2 hari sekali, dimana makanan yang diberikan dapat berupa kutu air, plankton, artemia, cacing sutra, tepung ikan, pelet udang yang sudah dihaluskan (ukuran D nol) atau biscuit bayi yang sudah dihaluskan.

Perhatikan juga kebersihan air, agar juvenile tidak mati karena kandungan amoniak yang dihasillkan oleh sisa makanan yang mengendap.

Continue reading

By Referensi Budidaya Lobster Air Tawar

  • Pada minggu pertama sampai dengan minggu kedua telur akan berwarna orange
  • Pada minggu ketiga warna telur akan berubah menjadi lebih muda dan terlihat agak transparan dibagian tertentu.
  • Pada minggu keempat, disekitar telur muncul 2 titik hitam yang merupakan bakal mata juvenile.
  • Pada minggu kelima juvenile muda terbentuk, namun masih sangat lemah.
  • Pada minggu keenam, juvenile telah cukup kuat serta sering bermain diluar perut induk pertama kali

Source: